SOLOK/SOLSEL

Antispasi Menyebarnya Penularan PMK di Kota Solok, Perketat Pengawasan Keluar Masuk Ternak

0
×

Antispasi Menyebarnya Penularan PMK di Kota Solok, Perketat Pengawasan Keluar Masuk Ternak

Sebarkan artikel ini
ANTISIPASI— Pemko Solok melakukan pengawasan dengan memperketat terhadap keluar masuk jual beli ternak untuk mencegah penyebaran PMK.

SOLOK, METRO–Pemko Solok melakukan pengawasan ketat terkait keluar masuknya ternak ke Kota Solok. Langkah itu untuk men­cegah masuk dan menular­nya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kota Solok.

Sebagai upaya Pemerintah Kota Solok akan membentuk satuan tugas untuk mengawasi keluar masuknya ternak. Apalagi, permintaan akan Sapi dan Kambing sangat tinggi untuk kebutuhan hari raya kurban.

“Menyikapi edaran gubernur terkait antisipasi PMK, kita akan membentuk satgas yang akan mengawal mobilisasi ternak untuk kebutuhan kurban. Satgas ini nanti akan melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap ternak yang masuk ke Kota Solok,” terang Kepala Dinas Pertanian, Ikhvan Marosa.

Baca Juga  Arsip yang Autentik Bukti Peningkatan Pelayanan Publik

Selain membentuk satgas, Pemko Solok juga bakal mengumpulkan seluruh pedagang ternak kurban dan panitia. Sosialiasi menjadi langkah antisipatif dalam membekali pihak terlibat untuk mencegah masuknya sapi dari daerah terjangkit.

Untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi saat ini, rata-rata sapi didatangkan dari Lampung. Sapi-sapi tersebut sudah mengantongi surat-surat sebelum dipotong di rumah potong hewan Kota Solok, serta menjalani pemeriksaan pra maupun pasca pemotongan. “Yang menjadi atensi kita untuk kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1443 Hijriah nanti. Mayoritas ternak sapi didatangka dari daerah luar. Antisipasi ternak dari daerah terjangkit agar tidak masuk ke Kota Solok,” terang Ikhvan Marosa.

Terkait kebutuhan sapi pa­da Idul Adha 1443 Hijriah, Pemko Solok menaksir sekitar 700 ekor. Sementara itu, untuk stok sapi yang ada di masyarakat hanya sekitar 200 ekor. Ke­kurangannya akan didatangkan dari daerah luar. “Biasa­nya pedagang kita mendatangkan dari daerah Medan dan Lampung. Kita masih me­nunggu informasi dari pihak provinsi terkait teknis pemenuhan kebutuhan ternak sapi untuk kebutuhan Idul Adha nanti,” beber Ikhvan Marosa.

Baca Juga  Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Solok, 14 Peserta Kwartir Dilepas Menuju KPN

Sebelumnya, ditemukan sebanyak empat ekor sapi yang positif menderita Pe­nyak Mulut dan Kuku di Pasar Palangki, Kabupaten Sijunjung. Sapi-sapi tersebut didatangkan dari Riau. Akibatnya, Pemerintah Provinsi Sumbar menutup sementara seluruh pasar ternak di Sumatra Barat untuk antisipasi penyebaran. (vko)