PADANG, METRO – Pemko Padang melakukan kaji banding ke Pemko Bandung, tepatnya ke Puskesmas Kopo, Kecamatan Bojongloa Kidul, Rabu (5/12). Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan akreditasi seluruh Puskesmas di Kota Padang menjadi Puskesmas Paripurna,
Puskesmas Kopo merupakan Puskesmas Paripurna yang telah meraih berbagai penghargaan dan menjadi model bagi berbagai daerah dan manca negara. Kaji banding dari Pemko Padang tersebut diikuti Asisten Administrasi, Didi Aryadi, Kepala DKK, Ferimulyani, Kabag Humas, Imral Fauzi, Sekretaris Bappeda, Elvira, Kasubid Akuntansi, BPKA Jufri.
Selain itu, juga ikut dalam kaji banding ini 12 kepala Puskesmas. Yaitu Ulak Karang, Air Tawar, Lapai, Pengambiran, Kuranji, Pasar Ambacang, Nanggalo, Anak Air, Dadok, Rawang, dan Pancungan.
Didi Aryadi mengatakan, saat ini akreditasi Puskesmas di Kota Padang masih Utama dan satu tahap lagi menuju akreditasi Paripurna. “Untuk itu, kita perlu kaji banding ke Puskesmas Kopo ini, karena banyak hal yang perlu kita pelajari”, ungkap Didi.
Senada dengan Asisten Administrasi, Kepala DKK Kota Padang, dr Ferimulyani menjelaskan, mulai tahun ini setiap Puskesmas di Kota Padang sudah memberlakukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Mandiri. Disamping berkonsentrasi memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, juga bertanggungjawab menjadi Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD.
“Jadi, kita juga memerlukan ilmu PKK BLUD dan pengalaman Puskesmas Kopo dalam mengimplementasikannya. Selain, tata kelola dalam mewujudkan Puskesmas Paripurna,” tukas Ferimulyani.
Dikesempatan yang sama, Kepala UPT Puskesmas Kopo, dr Intan Annisa Fatmawaty mengatakan, Puskesmas Kopo melakukan banyak hal dalam mewujudkan Puskesmas Paripurna. Diantaranya, pelayanan yang berbasis teknologi informasi, peningkatan SDM di bidang PPK BLUD, dan peningkatan fasilitas Puskesmas. “Dan yang paling penting dari semua itu adalah membangun tata nilai dan budaya kerja, serta ikhtiar yang paripurna,” ujar dr Intan
“Disamping menguasai dan menerapkan ilmu manajemen Puskesmas dan manajemen Perkesmas dalam tata kelola Puskesmas,” tambahnya lagi. (tin)





