METRO SUMBAR

Rakor Evaluasi Angkutan Lebaran Tahun 2022, Destinasi Wisata Baru Dibuka, Titik Rawan Macet Bertambah

0
×

Rakor Evaluasi Angkutan Lebaran Tahun 2022, Destinasi Wisata Baru Dibuka, Titik Rawan Macet Bertambah

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Kepala Dishub Sumbar, Heri Nofiardi saat berikan sambnutan pada Rakor Evaluasi Angkutan Lebaran Tahun 2022 di Ocean Beach Hotel, Padang, Kamis (19/5).

PADANG, METRO–Kemacetan selama mo­men libur Lebaran tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), untuk meng­hadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023 nantinya. Kepala Dishub Sumbar, Heri Nofiardi mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan berbagai solusi untuk mengatasi kemacetan selama momen Lebaran lalu.

Salah satunya dengan melakukan pemetaan ja­lur-jalur alternatif. Namun, dalam implementasinya di lapangan, hal ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Kenyataannya di lapangan memang jauh dari prediksi kami, sehingga kami agak kewalahan. Awalnya, kami memetakan ada 12 titik rawan kemacetan. Akan tetapi, pada Lebaran kemarin, karena dibukanya beberapa destinasi wisata baru, jumlah titik rawan kema­cetan tersebut pun ikut bertambah,” kata Heri, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Angkutan Lebaran Tahun 2022 di O­cean Beach Hotel, Padang, Kamis (19/5).

Selain rakor pada ke­sempatan itu juga dilaksa­nakan Halal bi Halal yang dihadiri seluruh stakehol­der dan forkopimda yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Sumbar.

Menurut Heri, dirinya melihat kurangnya kedisiplinan pengemudi ikut men­jadi penyumbang kemacetan. Pengemudi yang parkir sembarangan dan ketersediaan serta arus keluar masuk lapangan parkir, baik di objek wisata maupun rumah makan dan res­toran, yang tidak memadai dinilai menjadi penyebab utamanya.

Lebih jauh, Heri me­nerangkan, saat ini ada beberapa solusi jangka pen­dek yang tengah disiapkan oleh pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait guna menanggula­ngi kemacetan di Sumbar.

Pertama, menggalakkan pemasangan fasilitas keselamatan (faskes), se­perti barrier, rambu-rambu pelarangan parkir sembarangan, serta papan informasi jalur-jalur alternatif untuk menghindari ke­macetan. “Selain itu, nanti juga akan ada tim pengurai kemacetan. Jadi, ketika terjadi kemacetan, mereka akan bergerak menggu­nakan sepeda motor untuk melakukan rekayasa lalu lintas,” kata Heri.

Kemacetan menjadi per­­masalahan yang butuh keseriusan dari pemangku kepentingan terkait untuk me­nanggulanginya. Salah satu bentuk keseriusan tersebut dengan menyiapkan anggaran khusus serta payung hukum yang le­bih jelas.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pembinaan Keselamatan (LLPK) Dishub Sumbar, Era Oktaviadi me­nambahkan, untuk me­ngatasi persoalan kema­cetan ini, paling tidak ada dua hal besar yang patut menjadi evaluasi, yakni terkait anggaran serta payung hukum. Menurutnya, anggaran yang tidak memadai membuat pihaknya tidak maksimal dalam me­nangggulangi persoalan kemacetan selama momen Lebaran.  “Makanya, pada APBD Perubahan 2022 ini kami berencana akan mengajukan anggaran khusus untuk penannggulangan kemacetan selama libur Nataru dan Lebaran. Kalaupun tidak bisa tahun ini, paling tidak bisa terealisasi tahun depan,” ujarnya.

Di samping itu, Era juga menilai, untuk mengatasi problema kemacetan, khu­susnya selama momen libur panjang, butuh keberadaan payung hukum yang jelas. Selain juga koordinasi yang lebih intens dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. “Ha­rus ada back up payung hukum yang lebih kuat, sehingga apa-apa yang akan dikerjakan nanti jelas arahnya. Selain itu, koordinasi juga mesti lebih diintensifkan lagi. Tidak hanya menjelang Nataru dan Lebaran saja, tetapi sedari se­ka­rang semestinya sudah dimulai melakukan pe­nyu­sunan program-program untuk menanggulangi ke­macetan. Sehingga tahun depan sudah lebih siap,” tuturnya.(fan)