PESSEL, METRO–Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan (Pessel) menggerebek salah satu rumah yang dijadikan sebagai tempat pesta sabu di kawasan Pasar Sago Nagari Sago Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pessel, Senin (16/5) sekira pukul 01.00 WIB.
Mirisnya, dalam penggerebekan itu, petugas menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial RR (39) dan istri NC (24) yang merupakan warga Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai. Selain pasutri itu, petugas juga meringkus satu pria lain berinisial N (46) warga Pasar Salido.
Saat diamankan, Polisi yang melakukan penggeledahan pun menemukan barang bukti tiga paket narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening, beserta alat hisap sabu alias bong yang dimodifikasi dari botol minuman lasegar.
Kasat Narkoba Polres Pesisir Selatan AKP Hidup Mulya mengatakan, ditangkapnya tiga pelaku penyalahgunaan narkotika yang dua di antaranya merupakan pasutri, berawal dari laporan masyarakat yang sudah resah dengan aktivitas dalam rumah tersebut, lantaran diduga kerap dijadikan tempat pesta narkoba.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat itulah, kami menurunkan tim ke lokasi untuk memantau aktivitas di rumah itu. Beberapa jam di lokasi, kami melihat pasutri itu bersama seorang pria masuk ke dalam rumah dengan gelegat yang menucurigakan,” ungkap AKP Hidup Mulia, Rabu (18/5).
Tak menunggu lama, dikatakan AKP Hidup Mulia, timnya pun langsung melakukan penggerebekan dan mendapati ketiga pelaku sedang asyik mengkonsumsi sabu menggunakan bong. Saat itu juga, ketiga pelaku diamankan tanpa perlawanan.
“Setelah dilakukan penangkapan, kami melakukan penggeledahan di dalam rumah yang disaksikan oleh warga setempat. Alhasil, ditemukanlah tiga paket sabu yang diduga akan mereka konsumsi dan dijual. Selain itu, kami juga menyita bong yang mereka buat sendiri,” ujar AKP Hidup Mulia.
Menurut AKP Hidup Mulia, usai mengumpulkan seluruh barang bukti, pihaknya membawa ketiga pelaku ke Mapolres Pessel untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Nantinya, dari hasil pemeriksaan, pasti akan terungkap peran dari masing-masing pelaku dalam penyalahgunaan narkotika.
“Kami juga masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa yang memasok sabu kepada mereka. Kami akan dalami agar jaringannya terdeteksi,” pungkasnya. (rio)






