METRO NASIONAL

UAS Terkait Terorisme?,  Komisi VIII: Analisis Liar Singapura Saja

0
×

UAS Terkait Terorisme?,  Komisi VIII: Analisis Liar Singapura Saja

Sebarkan artikel ini
KOMENTARI— Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengomentari kabar Ustaz Abdul Somad (UAS) yang tak mendapat izin masuk ke Singapur.

JAKARTA, METRO–Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengomentari kabar Ustaz Abdul Somad (UAS) yang tak mendapat izin masuk ke Singapura. Konon UAS tidak diizinkan masuk ke Negeri Singa lantaran terafiliasi terorisme. Yandri mengatakan sampai saat belum ada fakta hukum yang memutuskan UAS terafialiasi dengan teroris.  “Itu mungkin analisis liar Singa­pura saja,” kata Yandri melalui pesan singkat kepada JPNN.com, Rabu (18/5).

Dia menyebutkan sebaiknya Singa­pura tidak mengambil tindakan yang berlebihan kepada warga negara Indonesia.  “Selama warga negara Indonesia yang masuk ke sana (Singapura, red) belum kena keputusan bersalah atau tidak,” imbuh Yandri Susanto.

UAS mengaku tak boleh masuk ke Singapura. UAS juga menyampaikan kejadian di Singapura bukan yang per­tama kali.  Pada 2018, UAS ditolak masuk Timor Leste. Dia bemaksud ke Timor Leste dalam rangka tablig akbar.  “Begitu sampai di airport Timor Leste, tiba-tiba tak (boleh) masuk, kawan saya masuk, rom­bongan masuk. Mereka masuk, saya tak masuk,” kata UAS.

Dia kemudian bertanya kepada pega­wai Imigrasi Timor Leste mengapa dirinya ditolak masuk ke negara tersebut. “Saya tanya agak bisik-bisik, ‘Kenapa kalian tidak kasih saya masuk?’,” kata UAS.

Petugas Imigrasi mengatakan ada informasi dari Jakarta yang me­nye­butkan bahwa UAS merupakan orang yang bermasalah. “Bapak teroris,” kata UAS menirukan pernyataan petugas Imigrasi Timor Leste itu.

UAS pun menyesali sikap Imigrasi mengapa baru sekarang diberi tahu. Dia menduga kejadian dirinya tak diterima masuk ke Singapura kemarin berkaitan dengan kejadian di Timor Leste.  “Itu 2018, sekarang 2022, jadi saya khawatir Singa­pura, file lama itu masih belum dihapus. Jadi, kalau orang ini masuk jangan dikasih, orang Singapura harus update,” kata UAS. (mcr8/jpnn)