METRO SUMBAR

Masyarakat harus Tenang, Eka Putra: PMK tidak Berbahaya

0
×

Masyarakat harus Tenang, Eka Putra: PMK tidak Berbahaya

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Bupat Tanahdatar i Eka Putra berikan arahan saat memimpiin rakor tentang PMK, kemarin.

TANAHDATAR, METRO–Mendapatkan informasi adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada he­wan ternak Bupati Tanah Datar Eka Putra didampi­ngi Wakil Bupati Richi Aprian, Selasa (17/5) langsung mengadakan rapat koordinasi bersama DPRD, Forkopimda, Sekda, para Asisten, OPD terkait, para Camat, serta Asosiasi Peternak kabupaten Tanah Datar, di Gedung Indojolito Batusangkar.

Rapat ini dimaksudkan untuk menentukan langkah dan upaya pemerintah da­lam mengantisipasi penyebaran PMK pada ternak di wilayah kabupaten Tanah Datar, serta meredam ke­khawatiran masyarakat terutama petani dan pedagang ternak, disamping juga para pengguna dan pengkonsumsi daging.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan berdasarkan kesepakatan rapat koordinasi ini bersama DPRD, Forkopimda dan asosiasi pedagang sapi dan peternak didapatkan keputusan bahwa dalam waktu dekat pemerintah daerah akan segera melakukan penutupan terhadap pasar ternak yang ada di Tanah Datar selama 14 (empat belas) hari guna mengantisipasi penebaran PMK.

“Kita tahu saat ini di Sumatera Utara dan di kabupaten tetangga sudah mulai ada hewan ternak yang terjangkit PMK, jadi untuk mengantisipasi hal ini sementara waktu kita akan menutup pasar ternak selama 14 hari. Kita juga akan bekerjasama dengan pihak kepolisian terkait dengan rencana pengendalian keluar masuk ternak di 6 (enam) titik pintu masuk ke Tanah Datar,” terang Eka Putra.

Bupati juga menyarankan agar para pedagang ternak agar melakukan isolasi pada ternak-ternak yang baru dibelinya sebelum dibawa di pasar untuk diperjualbelikan kembali.

Lebih lanjut disampaikan Eka Putra, pemerintah daerah juga akan segera melakukan penganggaran untuk penanganan pengobatan pada ternak yang tertular virus PMK di Tanah Datar.

Terakhir, karena virus ini hanya menular pada ternak yang berkuku belah dan tidak beresiko untuk manusia, untuk itu kepada masyarakat Eka Putra meng­himbau agar tetap tenang dan pemerintah akan melakukan upaya antisipasi lebih awal.

Sementara Wakil Ke­tua DPRD Tanah Datar Saidani, juga menghimbau agar para peternak yang ada di Tanah Datar segera melapor kepada instansi terkait apabila mendapati gejala PMK pada ternak-ternak mereka.

Di lain pihak, Kapolres Tanah Datar AKBP Ruly Indra Wijayanto menyatakan dukungan kepada Pem­da Tanah Datar terkait dengan rencana penyekatan di 6 titik pintu masuk wilayah Tanah Datar.

AKBP Ruly juga meminta agar masyarakat untuk terbuka dan memberikan informasi kepada instansi terkait apabila me­nemukan gejala PMK pada ternak. Hal ini dimaksudkan agar mudah dideteksi dan diantisipasi serta diminimalisir penularannya kepada ternak yang lain.

“Masyarakat perlu legowo bila ada ternaknya yang terjangkit, jadi tidak mengakibatkan terjadinya penularan yang lebih pa­rah lagi,” sampainya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian Sri Mul­yani, menjelaskan bahwa  jenis penyakit ini masa inkubasinya mulai 1-14 hari sejak hewan tertular pe­nyakit hingga timbul gejala penyakit. Virus ini dapat bertahan lama di lingku­ngan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu.

Menurut Sri Mulyani, tingkat penularan penyakit ini cukup tinggi tetapi tingkat kematiannya hanya 1-5% saja. “Jadi apabila ditemukan gejala pada ternak seperti ternak terlihat le­mah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh segera hubungi OPD terkait agar segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan,” ujar Sri Mulyani.

Dijelaskan Sri Mulyani penularan virus PMK ini bisa melalui beberapa ca­ra, diantaranya dengan cara kontak langsung, kontak tidak langsung dan bisa juga melalui udara. Dan gejala klinis apabila hewan tertular PMK diantaranya mengalami demam, tidak nafsu makan, penurunan produksi susu yang drastic, keluar air liur yang berlebihan, luka pada kuku, bagian mulut melepuh serta gejala klinis lainnya. (ant)