AGAM, METRO–Terkait anjloknya harga kepala sawit, para petani di wilayah Kabupaten Agam, gelar aksi prihatin dengan membawa dua unit truk bermuatan tandan buah segar (TBS) ke kantor Bupati Aga, Selasa (17/5). Aksi prihatin yang melibatkan dua unit truk tersebut diparkirkan di ruas jalan masuk Kantor Bupati Agam. Sementara massa dengan jumlah sekitar kurang lebih 50 orang langsung menuju pintu masuk kantor bupati.
Sesampai di lokasi tujuh orang perwakilan DPD Apkasindo Agam melakukan audensi dengan Bupati Agam Andri Warman, didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Agam, Jetson, Pelaksana Tugas Dinas Pertanian Agam Emrizal, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Agam Dedi Asmar dan lainnya.
Sekretaris DPD Apkasindo Agam Azwar Syamra dalam pengampaianya mengatakan truk bermuatan TBS ini sengaja dibawa untuk melihatkan kondisi visual dari TBS tersebut. “Ia menuturkan Buah sawit Ini kalau tidak dijual dengan cepat, maka petani bakal merugi,” kata Azwar.
Ia mengutarakan, kedatangan kami ke Kantor Bupati Agam ini untuk memperjuangkan harga TBS petani yang anjlok mencapai antara Rp700 sampai Rp2.040 per kilogram. Sedangkan harga di tingkat petani mitra perusahaan masih dengan harga Rp4.063 perkilogram. “Perbedaan harga di sawit petani umum sangat jauh dengan petani mitra perusahaan. Ini dasar kami melakukan aksi dan aksi itu dilakukan secara serentak di Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, perusahaan juga pernah menghentikan pengoperasian pabrik yang berdampak terhadap penjualan TBS. Dengan kondisi itu, petani kelapa sawit di daerah itu mengalami kerugian besar.
Sementara, Kabag OP Polres Agam Kompol Anton Dachi menambahkan, Polres Agam mengerahkan 75 personel dalam mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan saat aksi. “Personel diturunkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” kata Anton.
Aksi yang dilakukan itu mengantongi surat pemberitahuan ke Polres Agam dengan Nomor 016/DPDAPK/ADM/V/2022 perihal Pemberitahukan Aksi Keprihatinan. (pry)






