BERITA UTAMA

Harga TBS Anjlok, Asosiasi Petani Sawit Datangi Kantor Bupati Sijunjung

0
×

Harga TBS Anjlok, Asosiasi Petani Sawit Datangi Kantor Bupati Sijunjung

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI— Asosiasi petani sawit melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Sijunjung terkait rendahnya harga tandan buah segar (TBS).

SIJUNJUNG, METRO–Ratusan warga yang terga­bung dalam asosiasi petani sawit mend­atangi Kantor Bupati Sijun­jung untuk melakukan audiensi lantaran sulitnya penjualan dan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) yang terjadi di pabrik kelapa sawit (PKS), pada Selasa (17/5).

Audiensi tersebut disambut Wakil Bupati Sijunjung Irad­datillah, bersama unsur Forko­pimda dan sejumlah anggota Komisi III DPRD Sijunjung di Balairung Kantor Bupati Sijun­jung. Saat audiensi, petani sawit pun menyampaikan beberapa tuntutan dan permasalahan yang saat ini dialaminya.

Seperti, penjualan TBS ke pabrik sawit tidak berjalan lancar sehingga terjadi penumpukan dan antrian panjang kendaraan pe­ngangkut TBS yang terjadi di pabrik sawit.  Selanjutnya, rendahnya harga beli TBS oleh pabrik sawit dan tidak sesuai de­ngan harga yang ditetapkan Apkasindo bersama pe­merintah provinsi.

Pada kesempatan itu, asosiasi petani sawit me­minta agar Pemkab Sijun­jung bisa menyampaikan sejumlah tuntutan yang diperjuangkan ke tingkat pemerintah pusat. Selain itu, para petani sawit me­minta agar pemerintah daerah menyampaikan kepada pihak perusahaan pabrik sawit agar lebih memprioritaskan petani yang ada di dalam daerah.

Baca Juga  Pekerja Mutiara Agam Tewas saat Memancing

“Kami akan sampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat. Karena ini bukan hanya aspirasi petani sawit saja, namun juga harapan kita bersama. Karena per­soalan ini memang sudah terjadi menyeluruh di ber­bagai daerah,” tutur Wakil Bupati Sijunjung Irad­da­tillah.

Ditegaskan Iraddatil­lah, pihaknya akan mengi­rimkan surat, serta mela­kukan upaya apa yang jadi kewenangan pemerintah kabupaten. Pemkab Sijun­jung bersama DPRD serta perwakilan Apkasindo akan langsung turun mengun­jungi dua pabrik sawit yang ada di Kecamatan Ka­mang Baru.

“Akan kita sampaikan, kalau perlu kita buat surat yang ditandatangani ber­sa­ma. Karena kita tahu bahwa kewenangan terkait persoalan ini tidak terletak pada pemerintah kabu­paten,” terang Iraddatillah.

Kegiatan aksi kepri­hatinan yang digelar di Kantor Bupati Sijunjung itu juga mendapat penga­ma­nan dari Polres Sijunjung, Kodim 0310/ss dan Satpol PP Sijunjung.

Sementara itu, Sekre­taris Apkasindo Sijunjung, Epi Black mengatakan bah­wa pihak pabrik kelapa sawit menurunkan harga TBS hingga 70 persen dari ketetapan harga dari Ap­kasindo dan Pemprov yang sudah disepakati.

Baca Juga  Telinga Hilang, Jasad Membusuk di Tepi Sungai

“Ini yang menjadi salah satu tuntutan kami, karena pihak pabrik menurunkan harga hingga 70 persen. Disisi lain penjualan TBS dibatasi oleh perusahaan sehingga menjadi penye­bab antrian panjang, pihak perusahaan beralasan ka­rena sudah menumpuk,” jelasnya.

Menurut Epi Black, an­trian panjang penjualan TBS di pabrik sawit juga dipicu akibat banyaknya pasokan dari luar daerah hingga provinsi. “Maka dari itu kami meminta agar Pemkab Sijunjung bisa me­nyampaikan kepada pihak perusahaan agar memba­tasi masuknya TBS dari daerah dan provinsi lain, lebih memprioritaskan peta­ni sawit lokal,” tambahnya.

Pihaknya menyampai­kan bahwa kondisi yang demikian sudah berlang­sung sekitar satu bulan terakhir. “Kami berharap pihak terkait bisa segera memberikan solusi, karena disisi lain hingga kini harga pupuk NPK terus naik hing­ga mencapai Rp750 ribu dari harga normal yang hanya Rp300 ribu per ka­rung,” pungkasnya. (ndo)