METRO PADANG

PMK Belum Masuk Padang, Peternak Sapi Diminta Tetap Waspada

0
×

PMK Belum Masuk Padang, Peternak Sapi Diminta Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Penjual daging

LUBUK MINTURUN, METRO–Peternak sapi di Kota Padang diminta untuk mewaspadai wabah penyakit kuku dan mulut (PMK). Hal ini karena penularannya sangat cepat sehingga bisa menimbulkan kerugian yang besar pada peternak.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan penularan PMK pada sapi sangat cepat karena penyebaran melalui udara dan kontak langsung. Akibat­nya, sapi yang tertular bisa mengalami demam, tidak mau makan sehingga bisa berujung pada ke­matian. Di samping itu ciri-ciri lainnya adalah memar-memar pada mulut dan kuku serta pada puting susu sapi betina.

“Makanya perlu diwaspadai. Jika menemui tanda-tanda seperti itu, maka bisa menghubungi langsung dokter hewan kami di Dinas Pertanian Kota Pa­dang,” ujar Syahrial Kamat.

Meski cukup mengkhawatirkan, sampai saat ini kata dia, belum ada informasi ada penularan PMK ini di Kota Padang. “Sampai sekarang kita belum dapat info soal itu. Semoga penularannya tidak sampai mewabah pula di Kota Pa­dang,” sebut Syahrial lagi.

Meski berbahaya pada sapi, namun daging sapi-sapi yang tertular penyakit PMK ini bisa dikonsumsi karena tidak menular pada manusia. “Asal diolah secara benar, dagingnya bisa dikonsumsi,” ujarnya.

Baca Juga  Bahas LKPj Wako, Anggota DPRD Kota Padang Kunker ke Pekanbaru

Untuk diketahui, belasan ekor sapi positif terjangkit penyakit mulut dan kaki di Sumbar. Penyebaran PMK terhadap hewan ternak ini juga meluas di sejumlah kabupaten dari sebelumnya hanya ditemukan di Sijunjung.

Temuan kasus PMK terbaru terdapat di Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Kota Pariaman hingga Pa­dang. Puluhan ekor sapi juga bergejala tertular atau suspek PMK.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan, untuk suspek terdapat 71 ekor sapi. Sementara hasil laboratorium positif sebanyak 11 ekor. “Rata-rata sudah diambil tindakan untuk yang positif,” kata Erinaldi.

Erinaldi mengungkapkan, pihaknya telah mela­kukan penghentian sementara pengiriman hewan ternak sapi dari luar provinsi. Perketat kontrol dan pengawasan juga dilakukan di pasar ternak sebelum Idul Adha.

“Ke depan sistem pengawasan baru untuk lalu lintas (ternak), karena kita memerlukan ternak dari luar,” ujar Erinaldi sembari menyebutkan hasil tracking 11 ekor sapi yang positif terjangkit PMK berada di pasar ternak.

Sementara, Gubernur Sumbar Mahyeldi, menginstruksikan langkah antisipasi guna menangkal pe­nye­baran penyakit mulut dan kuku di wilayah Sumatera Barat. Ia menginstruksikan jajarannya agar mem­bentuk gugus tugas untuk menyelesaikan kasus klinis PMK ini.

Baca Juga  Didukung 9 Parpol, Fadly-Maigus Mendaftar ke KPU

Melalui Surat Edaran No: 559/ED/GSB 2022 pada Kamis (12/5) lalu, Gubernur meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk segera membentuk gugus tugas penanganan wabah PMK, disertai optimalisasi peran pejabat otoritas veteriner dan dokter hewan lewat unit respon cepat pengendalian penyakit mu­lut dan kuku.

Selain itu, melalui edaran yang sama, Gubernur juga telah memberlakukan pelarangan kegiatan jual beli ternak (sapi, kerbau, kambing dan domba) dan produk hasil peternakan yang berasal dari wilayah yang terpapar maupun diduga sudah mengalami kasus PMK.

Untuk antisipasi dan pengendalian ancaman PMK, akan diberlakukan pembatasan lalu lintas serta tindakan karantina ketat pada ternak maupun pro­duk peternakan yang berasal dari luar daerah dan daerah Sumbar yang terdampak.

Sementara jika ditemukan kasus klinis PMK di wilayah Sumbar, Gubernur meminta otoritas veteriner di daerah setempat untuk segera melaporkan pada pemerintah provinsi. Setiap kasus PMK yang ditemukan juga akan diteruskan kepada Menteri Pertanian untuk segera ditindaklanjuti. (tin)