SIJUNJUNG, METRO–Kabupaten Sijunjung semakin berbenah dalam pengembangan dan pengelolaan sebagai daerah pariwisata. Konsep pariwisata yang dikemas dengan Geopark Silokek mampu menjadi nilai jual dan mendorong sektor pariwisata di Ranah Lansek Manih.
Hal itu dilihat dari kunjungan wisatawan yang datang ke Sijunjung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seperti pada momen lebaran Idul Fitri 1443 H kemarin, sejumlah destinasi wisata di Sijunjung ramai dikunjungi wisatawan, bukan hanya dari dalam daerah, melainkan wisatawan dari luar Provinsi Sumbar pun ikut menikmati pariwisata di Kabupaten Sijunjung.
Setidaknya, tercatat sekitar 50 ribu wisatawan yang mengunjungi sembilan titik destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sijunjung. Jumlah tersebut berdasarkan akumulasi dari rentang waktu pada tanggal 1 -8 Mei 2022 atau pada momen libur Idul Fitri 1443 H.
“Jumlah tersebut didapatkan dari penghitungan yang dilakukan oleh Pokdarwis, baik kawasan wisata berbayar maupun yang tidak, terhitung dari tanggal 1 hingga 8 Mei kemarin,” tutur Kadis Pariwisata, Afrineldi, Kamis (12/5).
Tak dipungkiri bahwa kawasan wisata Geopark Silokek menjadi daya tarik paling tinggi yang yang dikunjungi banyak wisatawan. Berikut sembilan tempat wisata di Sijunjung yang ramai dikunjungi pada momen lebaran Idul Fitri 1443 H kemarin diantaranya, tempat wisata Bukit Malaikat di Kecamatan Kamang Baru, Kolam Renang Pincuran 7 di Nagari Muaro, pemandian aia angek dan ngalau logguang Nagari Aia Angek, Air Terjun Batang Tayeh.
Selanjutnya rest area Silokek dan Pasir Putih Silokek. Pemandian Malutu Indah Nagari Palangki, River Tubing di Nagari Sisawah, serta air terjun lubuak Pandakian di Sumpur Kudus.
“Selain itu juga ada sejumlah tempat wisata di beberapa nagari namun, tidak tercatat secara keseluruhan. Dari data yang kita himpun kunjungan wisatawan pada momen liburan kali ini jauh meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” ucap Afrineldi.
Dikatakan, hal itu menunjukan bahwa adanya progres positif di sektor pariwisata Sijunjung. “Tentunya kita terus berbenah dan memaksimalkan pengelolaan. Kita sudah memiliki Pokdarwis yang dibekali dengan pengetahuan pariwisata, dukungan dari masyarakat serta sejumlah fasilitas yang telah disediakan,” terangnya.
“Bahkan dari data yang kita dapat, yang berkunjung ke tempat wisata kita bukan hanya masyarakat Sijunjung, malah ada yang dari luar daerah dan provinsi tetangga. Artinya potensi pariwisata kita berhasil menarik perhatian, kedepannya ini yang perlu kita maksimalkan agar berkelanjutan,” ungkapnya.
Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan agar pengelolaan pariwisata di Sijunjung semakin berkembang. “Masih banyak pembenahan yang harus kita lakukan, baik itu pelayanan, penambahan infrastruktur, pengelolaan kebersihan dan lainnya. Namun yang jelas progres kita cukup bagus,” sebut Kadis Pariwisata Sijunjung. (ndo)





