METRO SUMBAR

Berupaya Tingkatkan PAD melalui Pajak, Wabup Kunker ke Kota Bandar Lampung

0
×

Berupaya Tingkatkan PAD melalui Pajak, Wabup Kunker ke Kota Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini
DISKUSI—Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian saat diskusi dengan wako Bandar Lampung saat kunkernya.

TANAHDATAR, METRO–Lakukan kunjungan ker­ja ke Kota Bandar Lampung, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian bersama rombongan disambut langsung Wali Kota Eva Dwiana, Selasa (10/5) di ruang rapat Walikota setempat.  Wabup Richi dalam penyampaiannya mengatakan, ia bersama rombo­ngan melaksanakan kunjungan untuk berkoordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai berhasil melaksanakan zona nilai tanah dan pemasa­ngan tapping box.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Tanah Datar masih mengandalkan sektor Pariwisata sebagai pe­nyumbang Pendapatan As­li Daerah (PAD) karena tidak memiliki Sumber Da­ya Alam (SDA) berupa tambang yang besar. Ba­pak Bupati bersama Saya melihat potensi pajak me­rupakan sektor yang bisa dimaksimalkan untuk menambah PAD,kunjungan ini sebagai langkah memaksimalkan potensi itu,” kata Richi.

Karena keberhasilan Kota Bandar Lampung, ka­ta Richi, untuk membuka paradigma serta wawasan aparatur di dinas terkait, pihaknya ingin menggali informasi serta berkoordinasi di sini, sekiranya ada langkah kerja dan kerjasama yang bisa dilaksanakan dan disinergikan di Tanah Datar.  “Nilai Zona Tanah sangat menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pemda Tanah Datar sedang mendata ulang agar nilai itu agar sesuai dengan kondisi sebenarnya se­hingga masyarakat membayarkan pajak sesuai besar aset yang dimilikinya, sehingga PAD Tanah Datar juga meningkat. Inilah yang ingin kita pelajari di sini,” katanya.

Di samping itu, ungkap Richi lagi,kita juga ingin mempelajari penggunaan Tapping Box bagi restoran, hotel dan objek wajib pajak lainnya.  “Kita tahu Pemkot Bandar Lampung telah berhasil melakukan pemasang Tapping Box di berbagai objek wajib pajak sehingga turut menyumbang PAD daerahnya,hal ini juga yang ingin kami pelajari,” ujarnya.

Terakhir, Wabup juga berharap dengan kunju­ngan ia bersama rom­bo­ngan,disamping mempe­rerat silaturahmi diantara dua pemerintah daerah, juga sebagai langkah awal bagi Dinas terkait di Tanah Datar untuk segera me­ngaplikasikan hasil kunju­ngan ini. “Terima kasih atas kesediaan Walikota Bunda Eva Dwiana me­nyambut dan memfasilitasi tim kami untuk menggali informasi, semoga jalinan silaturahmi antara kedua daerah semakin erat dan juga izinkan kami mengadopsi sistem yang dilaksa­nakan disini, sekiranya bisa kami laksa­nakan di Tanah Datar. Dan OPD terkait se­gera tindaklanjuti hasil kunjungan ini,” tukasnya.

Sementara itu Walikota Bandar Lampung Bunda Eva mengatakan, pada a­wal pelaksanaan penda­taan NJOP dan dilaksanakan pemungutan pajak sesuai nilai objek wajib pajak memang ditemui rasa tidak puas atau keberatan.  “Pa­da awalnya dulu memang ada rasa keberatan atas kenaikan pajak sesuai NJ­OP, namun setelah dirasakan bahwa nilai jual makin bertambah setelah terdata dalam NJOP, masya­rakat malah mendukung dan bersedia di data,” ka­tanya.

Sedangkan untuk tapping box, tambah Bunda Eva, hampir sama dengan NJOP, bahkan sempat viral adanya wajib pajak yang enggan memakai Tapping Box di usahanya.  “Tapping box adalah alat yang di pasang di restoran yang merupakan wajib pajak untuk merekam catatan transaksi. Fungsinya, sebagai pembanding antara total transaksi yang ada di res­toran dengan jumlah pajak daerah yang dibayarkan. Awalnya memang ada yang menolak, namun sam­pai saat ini sudah ada 535 Tapping Box yang terpasang di berbagai bidang usaha seperti hotel, restoran, kuliner, tempat hiburan dan juga parkir. Insya Allah ke depan juga semakin bertambah dan me­ningkat,” tukasnya. (ant)