PAYAKUMBUH/50 KOTA
0
×

Sebarkan artikel ini
Safaruddin Dt Bandaro Rajo

Bupati Lima Puluh Kota Minta Sinergitas OPD dalam Gardal OPT, Selama 2021 Produksi Jeruk Anjlok

LIMAPULUH KOTA, METRO–Kabupaten Lima Puluh Kota dikenal sebagai salah satu daerah sentra penghasil buah jeruk terbesar di Provinsi Sumatera Ba­rat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pro­duksi jeruk di beberapa kecamatan di Lima Puluh Kota mengalami gangguan dan mengakibatkan penurunan produksi buah jeruk di Luak Nan Bungsu.  Demi meningkatkan kem­bali produksi komoditi Jeruk tersebut, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan Holtikultura Lima Puluh Kota akan melakukan berbagai solusi sehingga keluhan masyarakat dan permasalahan yang terjadi di lapangan dapat diatasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Distanhorbun Lima Puluh Kota Witra Porsewandi saat ditemui di kantornya, baru-baru ini. Ia mengatakan, saat ini produksi jeruk di Lima Puluh Kota terjadi penurunan yang sangat signifikan. Hal tersebut disebabkan berbagai macam faktor salah satunya ialah akibat penyakit dan wabah hama yang menyerang tanaman jeruk masyarakat di beberapa Kecamatan di Lima Puluh Kota. “Dari data yang ada produksi jeruk kita memang me­ngalami penurunan, dimana pada 2020 produksi kita keseluruahan sebanyak 60,29 ton/ha, namun ditahun 2021 anjlok menjadi 33,65 ton/ha hingga saat ini. Salah satu pe­nyebab penurunan pro­duksi ter­sebut ialah serangan dari lalat buah yang menye­babkan kerusakan pada buah jeruk,” ungkapnya.

Dikatakannya, Kecamatan penghasil jeruk terbesar yang sangat terdampak wabah lalat buah ini adalah Kecamatan G­u­nuang Omeh dan Kecamatan Bukik Barisan, sementara di Kecamatan seperti Suliki dan Kecamatan lainnya penghasil je­ruk masih tercatat aman dari gangguan wabah lalat buah.

“Yang sangat terdampak akibat hama lalat buah ini adalah Kecamatan Gu­nuang Omeh, dimana saat ini produksi jeruk tercatat hanya 7,29 ton/ha dan akibat wabah ini masyarakat juga banyak yang patah semangat dalam merawat dan membudidayakan ta­na­man jeruk, seterus­nya beberapa titik di Kecamatan Bukik Barisan,” sambungnya.

Seterusnya, dampak dari wabah lalat buah sa­ngat berdampak dimana apabila lalat buah tersebut bertelur dibuah jeruk maka buah akan murah rontok dan membusuk.  “Keberadaan lalat buah tersebut sangat banyak karena satu induk bisa melahirkan anak hingga 1.000 ekor didalam buah, dan radius penyebaran lalat buah ini hingga 20 Km jadi penyebarannya ke tiap Kecamatan bisa terjadi,” sambungnya.

Untuk menyikapi permasalahan ini, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota se­gera menyusun kerangka kerja dan melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gardal OPT) Jeruk ditiap Kecamatan di Lima Puluh Kota.  “Jadi nantinya kita akan mela­kukan kegiatan Bulan Gar­dal OPT ditiap Kecamatan penghasil jeruk di Lima Puluh Kota yang terdampak wabah lalat buah ini. Dimana dalam gerakan ini kita akan mengimbau agar seluruh petani jeruk membungkus atau mengubur jeruk busuk, untuk menghambat laju pertumbuhan lalat buah ini,” sebutnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo akan segera memberikan intruksi kepada Organisasi Perangkat Da­erah (OPD) lain di lingku­ngan Pemkab Limapuluh Kota untuk bersinergi da­lam program kerja Bulan Gerdal OPT yang akan dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hol­tikultura dan Perkebunan “Perlu sinergitas dari berbagai OPD untuk mengatasi hal ini. Segera akan kita rapatkan, karena persoalan hama terhadap tanaman jeruk sudah se­perti pandemi. Pemkab Limapuluh Kota akan me­ngerahkan instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Damkar, untuk menyukseskan dan me­lakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar hama tanaman dan buah jeruk dapat segera di atasi,”kata Safaruddin di ruang kerjanya.

Ditambahkan Safaruddin, langkah pembasmian hama yang akan dilakukan itu guna meningkatkan kembali hasil produksi jeruk mencapai level nasional yaitu 25-40 Ton/Hektar. Dijelaskannya,dari data yang ada produktivitas jeruk di 3 kecamatan pada tahun 2021 yakni, Kecamatan Gunuang O­meh 7,29 ton/hektare, Bu­kik Barisan 14,49 ton/hektare dan Suliki 25,05 ton/hektare. “Kita bereskan pembasmian dan pengendalian hama terlebih dahulu. Tingkatkan produktivitas di tiap kecamatan yang ada, setelah itu masuk kepada bentuk perluasan pemasaran jeruk kualitas baik. Kerangka pemasaran sudah disiapkan,” tutup Safaruddin.

Bupati berharap gerakan pembasmian dan pe­ngendalian hama nantinya dapat dipahami oleh seluruh petani jeruk yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada. Wabah ini harus dibasmi secara serentak dan menyeluruh. “Silahkan bagi penyeluh memulai langkah awal untuk persuasif kepada ma­syarakat dan OPD terkait siap dengan kerangka kerjanya,” pungkas Bupati pilihan rakyat itu. (uus)