BUKITTINGGI, METRO–Menanggapi telah masuknya virus hepatitis misterius ke Sumbar apalagi ada balita asal Solok yang meninggal dunia yang diduga terinfeksi virus tersebut. “Hal ini membuat kita harus mengantisipasi lebih. Awal agar kejadian ini tidak terjadi juga di Kota Bukittinggi,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Martias Wanto, Rabu (11/5).
Martias menuturkan, akan berkoordinasi dengan jajaran SKPD Dinas Kesehatan serta kader-kader Posyandu serta dan Puskesmas setempat agar hal ini jangan dilengahkan. Akan tetapi segera disikapi, dengan melakukan langkah langkah antisipasi.
Apalagi kalau dilihat virus hepatitis misterius ini menyerang balita, tentu pengawasan di Puskemas dan Posyandu harus ditingkatkan agar tidak menyerang balita-balita yang ada di Kota Bukittinggi. “Yang jelas kita tidak boleh lenggah,kalau kita lengah tentu akan mempercepat perkembangan virus hepatitis itu berkembang di kota kita ini,” kata Martias.
Di samping itu juga mengimbau kepada orang tua agar selalu mengontrol kesehatan balitanya, apabila kondisi anaknya mengalami demam segera dibawa ke Puskemas atau rumah sakit terdekat, agar diketahui penyebabnya
Di samping itu juga mengimbau kepada masyarakat terus mematuhi prokes Covid-19 karena dengan mematuhi prokes tersebut sudah mengantisipasi virus-virus yang mematikan tersebut.
Di samping itu kebersihan lingkungan harus diperhatikan juga, sebab hal ini juga akan memicu berbagi penyakit di tengah-tengah masyarakat. “Kalau kita sudah mematuhi hal tersebut insyallah berbagai penyakit akan terhindar dari kota kita ini,” jelas Martias. (pry)





