BUKITTINGGI, METRO–Sebentar lagi proyek bangkalai pembangunan saluran drainase primer dari SMPN 1 hingga Rumah Potong tidak lagi merusak pemandangan wajah Kota Bukittinggi. Hal tersebut menyusul sudah ada pemenang tender kegiatan itu atas nama CV. Insani Kontraktor (CV IK) dengan nilai penawaran Rp4,7 miliar dari nilai HPS Rp5, 5 miliar.
“Perusahaan sebagai pemenang lelang berasal dari Padang. Turun penawarannya sekitar 15 persen. Artinya nilai tawaran mencapai 85, 6 persen dari nilai HPS,” kata Kabag Pembangunan Doni Boy F Daran di Bukittinggi, Selasa (10/5).
Peserta yang ikut memasukkan penawaran untuk tender proyek pembangunan saluran primer membelah jalan di dalam kota Bukittinggi terdapat sebanyak 21 perusahaan. Dari sebanyak 21 perusahaan ikut penawaran, PT. Insani Kontraktor merupakan urutan ke-11. Artinya terdapat 10 perusahaan penawar terendah berada di atasnya.
Berdasarkan urutan, CV. Samaru Cipta Semesta menawar senilai Rp4. 410.646.257,61, CV. Akta Mutia senilai Rp4.410.646.257,62, PT. Anugrah Kembar Sepasang senilai Rp4.410.646.257,62, CV. Dwi Chitya sebesar Rp4.416.922.219, 28, dan CV. Gennio Technik senilai Rp4.488.088.000,09.
Selain itu juga ada CV. Adiya Djaya Andalas senilai Rp5.505.140.652,57, CV. Mantang Jaya nilai tawaran Rp4. 564. 540.660,23, CV. Rajawali Pratama senilai Rp4.684.199.290,71, PT. Mitra Karya Berdikari senilai Rp4.686.311.648,72 dan CV. Byvan Tridaya Perdana sebesar Rp4. 689.288.263,04. “Urutan ke-11 CV. Insani Kontraktor dengan nilai tawar Rp4. 721.581.943,42 dinyatakan sebagai pemenang, setelah dilakukan evaluasi oleh lima orang anggota pokja,” papar Doni.
Disampaikan, untuk proyek saluran drainase langsung melibatkan lima orang anggota pokja secara keseluruhan, mengingat untuk kebutuhan pemeriksaan dokumen proyek disesuaikan kebutuhan.
“Biasanya untuk satu paket proyek yang akan dilelang memang tiga orang saja. Namun untuk proyek tertentu sesuai kebutuhan ke lima anggota pokja dilibatkan,” ucap Doni.
Pembangunan drainase mulai dari depan SMPN 1 hingga Rumah Potong itu, dinilai tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Padahal proyek drainase primer itu bertujuan mengurangi debit air yang datang dari kawasan hulu batas kota Bukittinggi. (pry)





