METRO BISNIS

Erick Thohir Pastikan Kehadiran BSI Mampu Perkuat Ekonomi Umat

0
×

Erick Thohir Pastikan Kehadiran BSI Mampu Perkuat Ekonomi Umat

Sebarkan artikel ini
Menteri BUMN Erick Thohir Dery Ridwansah 5 2
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) menguatkan ekonomi Indonesia, khususnya ekonomi umat.

JAKARTA, METRO–Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan keha­diran Bank Syariah Indonesia (BSI) menguatkan eko­nomi Indonesia, khusus­nya ekonomi umat. Pasalnya, masyarakat Indonesia selama ini masih menjadi penikmat produk luar (konsumtif), padahal ke­kayaan Indonesia sangat luar biasa untuk menjadi negara produksi.

Menurut Erick Thohir, sejauh ini ekosistem yang terbangun di bangsa ini bukan ekosistem Indonesia tetapi masyarakat Indonesia masih terjebak de­ngan ekosistem yang di­buat negara lain.

“Kita harus memba­ngun yang namanya ekosistem Indonesia, bukan ekosistem China, bukan ekosistem Amerika tetapi ekosistem Indonesia di era perubahan yang terjadi saat ini. Sama industri halal. Kita harus rubah pa­radigma itu,” kata Erick Thohir saat menghadiri acara halal bihalal di Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/5).

Dikatakan Erick Thohir, dirinya sejak lama telah mendorong agar terbentuknya Bank Syariah Indonesia agar bisa mendorong dan menguatkan ekonomi umat. Kehadiran BSI ini mulai terlihat dan mampu bersaing dengan bank-bank lainnya, dan kini berada diposisi ketujuh bank di Indonesia.

“Penggabungan dari bank-bank BUMN, ada Man­diri Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah. Setelah digabungkan menjadi bank nomor tujuh terbesar di Indonesia. Jadi tidak kalah dengan BCA, BNI, BRI se­karang sudah nomor tujuh. Nilai asetnya sudah 360 triliun,” ucapnya.

“Bank ini sekarang ditugaskan untuk apa? Membangun yang namanya ekonomi umat, menciptakan muslimpreuner, membangkitkan yang namanya industri halal yang selama ini kita hanya membeli,” tambahnya.

Baca Juga  Promo September Serba Untung, Honda GTR 150 Diskon Rp 1,1 Juta dan Dapat  Aksesoris Gratis

Erick menjelaskan, lang­kah BUMN mendekati pondok-pondok pesantren mendapat perhatian dari publik, padahal langkah tersebut semata-mata untuk mendorong para santri menjadi muslimpreneur, karena pesantren sendiri adalah jendela masa de­pan bangsa Indonesia.

“Pesantren itu merupakan mercusuar peradaban yang harus dibangun ekosistem daripada ekonomi umat tadi. Supaya apa? Terjadi ekosistem besar di mana ini menjadi pertumbuhan ekonomi kita. Kita harus menjadi bangsa yang lebih mandiri. Percuma kita merdeka kalau tidak berdaulat. Karena itu hal-hal ini, tanpa menya­lahkan siapapun, tanpa andil asing, kita harus kem­bali instrospeksi diri kita sendiri,” jelasnya.

Lebih jauh mantan Presiden Intermilan itu, kehadiran dirinya di Pasuruan ini adalah undangan dari Wali kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul untuk membicarakan rencana pengemba­ngan potensi wisata di Pasuruan.

 “Salah satu kenapa sa­ya diundang oleh Gus Ipul un­tuk sinergitas aset BU­MN dengan visi Gus Ipul yang menjadikan Pasuruan tempat wisata. Tepat sekali saya bilang sama Gus Ipul 100 persen industri pariwisata Indonesia itu tamu a­singnya hanya 28 persen Rp 300 triliun, dan wisa­tawan lokalnya 72 persen Itu Rp 1.400 triliun,” paparnya.

“Data-data yang sa­ngat menarik yang namanya truk pembawa bahan baku atau kain, atau lain-lainnya itu naiknya sampai 116 persen. Artinya apa? Kita punya kekuatan yang namanya ekonomi ini. Sayang kalau kita terus terlena karena itu saya tadi bilang potensinya luar biasa, kita punya akhlak tetapi kapabilitasnya yang harus terus kita tingkatkan. Ja­ngan sampai nanti kesempatan ini diambil oleh orang lain,” ungkapnya.

Baca Juga  PLN Sumbar Kenalkan Kompor Induksi di Festival Tolak Bala

“Saya berharap ba­gaimana kami terus mendorong sinergitas, kesempatan kita meningkatkan kemapuan masing-masing untuk lebih baik. Seperti tadi disampaikan, aset BU­MN mau dijadikan tempat wisata religi ataupun pembangunan wisata domestik. Kami juga mendorong bagaimana program-program pendidikan pun se­karang kita juga siapkan kepada pesantren. Apakah program santri magang, supaya santri juga melek di dunia industri,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf atau akrab disapa, Gus Ipul dan Wakil Wali Kota Kota Pasuruan, Adi Wibowo, serta Bupati Kabupaten Pasuruan, Ir­syad Yu­suf (Gus Irsyad) dan Wakil Bupati Kabupa­ten Pasuruan, Abdul Mujib Imron.

“Kenapa kita sebagai bangsa lebih berpikir melayani bangsa asing di­bandingkan kita memproritaskan melayani bangsa kita sendiri. Tidak mungkin seluruh kota wisata di Indonesia, bisa dihadiri oleh turis asing, Kebanyakan justru tergantung oleh wi­sata dalam negeri,” sambungnya.

Ketua Masyarakat Eko­nomi Syariah itu juga menyinggung soal pergerakan ekonomi dimasa mu­dik lebaran dan arus balik, baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Sumatera. Menurut Erick Thohir, publik akan melihat pada masalah ma­cet saat mudik, namun ada hal besar tang luput dari pandangan publik, yakni pertumbuhan ekonomi, dimana mobilisasi truk-truk pengangkut bahan pokok pangan dan bahan lainnya ke Sumatera dan Jawa.(jpc)