METRO BISNIS

Malindo Berubah Nama Menjadi Batik Air

0
×

Malindo Berubah Nama Menjadi Batik Air

Sebarkan artikel ini
malindo ANTARA
Malindo berubah nama menjadi Batik Air.

JAKARTA, METRO–Malindo Air maskapai regional yang berbasis di Malaysia, mengumumkan secara resmi berganti nama menjadi Batik Air. CEO Batik Air Capt. Mushafiz Bin Mustafa Bakri di Kuala Lumpur, Rabu, mengatakan The Civil Aviation Authority of Malaysia atau Otoritas Penerba­ngan Sipil Malaysia (CAAM) telah memberikan Sertifikat Operator Udara (AOC) baru kepada Malindo Airways Sdn. Bhd. untuk melakukan bisnis sebagai Batik Air berlaku mulai 28 April 2022, dikutip dari ANTARA.

Program ini sejalan de­ngan tujuan Lion Air Group untuk membangun identitas bersama bagi maskapai ka­tegori full service di Lion Air Group.

Baca Juga  Juli 2023, Sumbar Alami Inflasi 0,48 Persen, Dadang: Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara

Dengan persetujuan ini, Batik Air akan memiliki ke­kuatan dan menawarkan kemudahan kepada penumpang yang lebih baik dengan memanfaatkan Bandar Uda­ra Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebagai bandar udara transit untuk penerbangan maskapai Lion Air Group.

 “Dengan program rebranding dan pembukaan penerbangan kembali di kawasan ini, kami sangat se­nang menjawab peluang yang diberikan kepada kami untuk potensi pertumbuhan maskapai kami dengan me­rek baru. Optimis kami akan menawarkan layanan lebih segar dan baru,” ungkap Capt. Mushafiz Bin Mustafa Bakri.

Baca Juga  Ajang Balapan Motor MXGP Butuh Listrik Setara 1.061 Rumah, PLN Siapkan Pasokan

Program Batik Air akan dilakukan secara bertahap. Sesuai strategi bisnis, Batik Air akan berkomunikasi de­ngan penumpang dan mitranya selama peluncuran “rebranding” ini.

Seiring pemulihan perjalanan udara yang diikuti peningkatan permintaan pa­sar penerbangan, Batik Air akan menambah sejumlah pesawat generasi terbaru dan modern seri Boeing 737 untuk menawarkan layanan “full service airlines” ke seluruh jaringan domestik dan internasional.

Batik Air ingin memberikan apresiasi kepada Komisi Penerbangan Malaysia (MAV­COM) dan Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) atas dukungannya dalam memberikan persetujuan “rebranding” ini. (jpc)