BERITA UTAMA

Warga Jorong Subarang Temukan Bayi dalam Kardus, Dibungkus Kain dan Masih Terlilit Tali Pusar

0
×

Warga Jorong Subarang Temukan Bayi dalam Kardus, Dibungkus Kain dan Masih Terlilit Tali Pusar

Sebarkan artikel ini
PENEMUAN BAYI— Bayi berumur dua hari ditemukan oleh warga Warga Jorong Subarang, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota dalam sebuah kardus dan berbalut kain panjang

LIMAPULUH KOTA, METRO–Warga Jorong Subarang, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikejutkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin Laki-laki dalam Kardus dengan kondisi dibalut kain badungan, di depan sebuah  warung, Jumat (6/5) sekitar pukul 15.00 WIB.

Bayi yang masih merah itu diperkirakan baru berumur dua hari. Mengingat, masih memerah dan kecil sekali serta masih terlilit tali pusarnya. Salah seorang warga yang berada dekat gilingan padi tidak jauh dari lokasi melihat adanya kardus dan melihat dalam kardus itu ada seorang bayi dalam keadaan masih hidup.

Kapolsek Harau, AKP Herman, membenarkan ada penemuan bayi oleh warga masyarakat Jorong Subarang Taram, Nagari Taram, selepas sholat Jumat, sekitar pukul 15.00 WIB.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu, kemudian diselamat dan dibawa kerumah bidan Nurbaedah di Jorong Tanjung Ateh, Nagari Taram, untuk mendapatkan perawatan dan asupan susu.

”Memang benar ada masyarakat menemukan bayi dengan jenis kelamin laki-laki dalam kardus di depan sebuah warung yang tidak jauh dari heller. Dan diperkirakan baru berusia Dua hari, karena masih merah dan kecil. Saat ditemukan bayi itu terbalut kain bedungan, dan kondisinya sehat. Kini berada di rumah bidan untuk mendapatkan perawatan dan asupan makanan,” ungkap Polsek Harau AKP Herman, kepada wartawan.

Disampaikan Kapolsek, saat ini belum diketahui siapa orangtua bayi malang itu. Dan pihak kepolisian terus menyelidiki siapa yang melakukan perbuatan membuang bayi di lokasi warung di dekat jalan itu. “Belum, kepolisian saat ini terus melakukan penyelidikan terkait kejadian ini,” sebut kapolsek AKP Herman.

Camat Harau, Andri Yasmen, juga menyebut bahwa penemuan bayi laki-laki itu awalnya diketahui oleh salah seorang warga yang berada di heller yang tidak jauh dari lokasi penemuan bayi.

“Memang bayi itu ditemukan di depan warung gorengan, namun sejak sebulan terakhir warung itu tutup, karena bulan puasa. Dan bayi itu ditemukan dalam kardus dalam kondisi masih merah dan terbalut kain bedungan,” ungkap Camat.

Bayi yang masih sehat itu langsung dibawa kerumah bidan untuk mendapatkan perawatan dan asupan makanan. “Langsung dibawa ke rumah bidan untuk perawatan dan diberi asupan makanan,” ucap Camat. (uus)