METRO JUSTICIA

Pelayanan Pelindo Teluk Bayur Disurvei 2018, Pelayanan Ditarget 4,25 SL

0
×

Pelayanan Pelindo Teluk Bayur Disurvei 2018, Pelayanan Ditarget 4,25 SL

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Di pengujung tahun 2018 ini, PT Pelindo II (IPC) Teluk Bayur melaksanakan kegiatan survei kepuasan pelanggan, yang diadakan di Hotel Axana Padang, Senin (3/12). Pada kegiatan survey itu sebanyak 100-an lebih pelanggan IPC Teluk Bayur hadir untuk memberikan saran dan pendapat seputar pelayanan yang perusahaan plat merah ini. General Manager (GM) Armen Amir mengatakan, survey kepuasan pelanggan ini tidak lain sebagai alat tolak ukur untuk menguji sejauh mana tingkat layanan yang telah diberikan IPC pada pelanggannya.
”Tidak artinya prestasi atau terpasang yang kami lakukan jika kepuasan pelanggan di Teluk Bayur masih belum memuaskan para pelanggan kami itu,” ujar Armen Amir terkait survei pelanggan yang dilakukan IPC Teluk Bayur pada hari itu.
Dirinya mengaku, kegiatan di hari itu merupakan tahapan pengujian apa yang telah pihaknya perbuat untuk pelanggan selama 2018 ini. Soalnya, sebut GM IPC Teluk Bayur Ini, ada banyak aspek yang akan jadi penilaian kantor pusat IPC seputar kepuasan pelanggan yang sudah diberikan Teluk Bayur ini.
Dibeberkan Armen mir, aspek penilaian yang dinilai itu antara lain kemitraan dengan shipping agent, petikemas dan non petikemas. Dan dalam kegiatan survey kepuasan pelanggan di IPC Teluk Bayur ini melibatkan Tim dari IPC pusat, Konsultan dan juga IPC Teluk Bayur.
Satu hal yang menurut Armen cukup penting dibutuhkan pelanggan di pelabuhan saat ini, yakni tentang adanya kepastian, baik tentang kepastian kapal, kapastian dan kesiapan petugas pandu dan kepastian tempat sandar kapal.  “Soalnya tidak semua pelabuhan yang bisa diintai kapan dermaga kosong. Untuk bisa semua itu terpenuhi, maka dibutuhkan kesesuaian antara IPC dengan pelanggan yang ada. Apalagi di Pelabuhan Teluk Bayur ini tidak boleh ada Demurrage (batas waktu pemakaian peti kemas di dalam pelabuhan),” tukas Amir.
Armen menambahkan, pada tahun 2017 survei pelanggan nilai kepusasan pelanggan mencapai 4,08 skala likker (SL), sedangkan tahun 2016 kepusaan pelanggan mencapai 3,4 skala likker, Tahun 2018 target 4,25 skala likke nilai kepuasan pelanggan.
Kemudian diri juga menyampaikan, pihaknya juga akan tutup tahun ini dengan laba perusahaan Rp 42 miliar. Kemudian tutup jumlah investasi juga di 2018 ini sebesar 92 persen dari total Rp 1 triliun lebih nilai investasi yang dilakukan. “Kegiatan survey kepuasan pelanggan ini juga jadi memomtum untuk menjadikan Pelabuhan Teluk Bayur ramah pelanggan, dan pada 2019 juga akan terapkan zero komplain dari pelanggan,” pungkas Amir.
DVP Layanan Pelanggan IPC pusat, Silo Santoso menyampaikan perkembangan Pelabuhan Teluk Bayur dalam beberapa tahun belakangan cukup bagus. “Bisa saya katakan terminal peti kemas (TPK) yang dibangun Teluk Bayur pada 2013 lalu hingga sekarang sudah bisa disejajarkan dengan TPK milik Pelabuhan terutama lainnya di Indonesia,” kata Silo.
Makanya, sebut dia, pihak direksi yang melihat begitu bagusnya perkembangan Teluk Bayur ini, cukup berani menggucurkan investasi cukup besar pada pelabuhan ini. “Semua yang kami lakukan ini tidak lain bagaimana para pelanggan di Teluk Bayur bisa mendapatkan kemudahan pelayanan baik untuk pengiriman barang atau pun untuk impor,” ujar Silo. (heu)