METRO SUMBAR

Rida Warsa: Pentingnya Tim Keselamatan pada Sadar Wisata

1
×

Rida Warsa: Pentingnya Tim Keselamatan pada Sadar Wisata

Sebarkan artikel ini

PASBAR,METRO–Palang Merah Indonesia (PMI) Ka­bupaten Pasaman Barat, (Pasbar), me­ngatakan, sangat penting adanya tim keselamatan dari kelompok sadar wisata yang ada di daerah itu untuk upaya pe­nyelamatan jika terjadi kecelakaan. ”Kita berharap agar setiap kelompok atau panitia yg mengadakan kegiatan wisata khususnya wisata air yang termasuk beresiko agar dibentuk semacam tim keselamatan dari pemuda atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat,” kata Kepala Markas PMI Pasaman Barat Rida Warsa di kemarin.

Dikatakan Rida Warsa, saat ini Pasbar, banyak memiliki wisata berbasis air seperti pantai, air terjun, bendungan bahkan waterboom. Untuk itu, katanya sangat diperlukan pembentukan tim keselamatan di setiap Pokdarwis yang ada dari pemuda atau warga setempat.

”Kita dari PMI siap memberikan ber­sedia memberikan ilmu pertolongan per­tama dan dari Basarnas (ilmu Water Rescue) siap juga untuk melatih mereka secara gratis,” katanya.

Baca Juga  2018, Kunjungan Wisatawan Capai 4 Juta

Ia menilai dengan adanya kejadian ada empat orang wisatawan yang meninggal dunia pada Selasa (3/5) kemarin maka adanya tim keselamatan harus menjadi perhatian kedepannya.

”Jika disetiap Pokdarwis ada tim kese­lamatan yang telah memperoleh bekal atau ilmu pertolongan maka kita bisa me­minimalisir kecelakaan yang ada,” se­butnya

Pada Selasa (3/5), empat orang pengun­jung pada dua objek wisata ditemukan meninggal dunia.

Ia mengatakan tiga orang korban itu ditemukan di objek wisata Pantai Sikabau Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka adalah pria inisial F (42), seorang mahasiswa inisial TY (28) dan seorang petani A (52).

Baca Juga  12 Tim dari Disdik se-Sumbar Saling Sikut, Perebutkan Piala Bergilir Walikota Padang

Sementara itu satu orang pelajar dite­mukan meninggal dunia di objek wisata Ujung Gading Kecamatan Lembah Melin­tang inisial RH (16). Keempat pengunjung diduga pergi liburan ke dua lokasi objek wisata itu pada Selasa (3/5) siang. Diduga saat itu pengunjung ramai mandi-mandi dan diduga korban hanyut atau tenggelam sehingga berkemungkinan kram atau korban tidak bisa berenang. (end)