METRO SUMBAR

Eka Putra: Perantau adalah Pilar Pembangunan Tanahdatar

0
×

Eka Putra: Perantau adalah Pilar Pembangunan Tanahdatar

Sebarkan artikel ini
HADIRI MUBES— Bupati Tanahdatar Eka Putra didampingi anggota DPRD Adri Jinil berjalan menuju kursi VIP dalam acara Mubes X Simawang, Kamis (5/5).

TANAHDATAR, METRO–Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kamis (5/5) hadiri sekaligus membuka secara langsung Musyawarah Besar (Mubes) X perantau se Indonesia Nagari Sima­wang kecamatan Ramba­tan di SDN 02 Balai Gadang Nagari Simawang.  Pada kesempatan itu juga hadir anggota DPRD Tanah Datar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Camat Rambatan beserta Forkompimca, Ketua DPP Simawang Saiyo Prof. DR. Hj. Nurhayati Hakim, Ketua DPC Simawang Saiyo se Indonesia, Wali Nagari Simawang beserta ketua KAN, BPRN, angku-angku, niniak mamak, dan tokoh masyarakat lainnya.

Berkaitan dengan ke­giatan Mubes X Nagari Simawang Bupati Tanah Datar Eka menyampaikan u­ca­pan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya Mubes ini. Karena melalui mubes ini selain akan dilakukan pemilihan pengurus yang baru untuk 4 tahun kedepan, sekaligus juga akan me­rancang program kerja pem­bangunan nagari berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada.

“Kami berharap, hasil mubes dan program kerja pembangunan nagari dan permasalahan yang dibahas nanti dapat disampaikan kepada pemerintah daerah, sehingga nanti bisa disinkronkan dengan perencanaan pembangu­nan daerah,” sampai Bupati.

Lebih jauh disampaikan Eka Putra,  pemerintah daerah sangat mengapresiasi terhadap kontribusi dan dukungan percepatan pembangunan Tanah Datar baik secara langsung, se­hingga perantau bisa dikatakan sebagai salah satu pilar pembangunan di Ka­bupaten Tanah Datar.  “Sum­bangsih perantau ba­ik pemikiran, perhatian, saran dan bantuan materi sangatlah berarti bagi ma­syarakat Tanah Datar, ti­dak sedikit masjid, mushalla, bantuan pembangunan sekolah, pemberian bea siswa, aksi sosial yang dilakukan oleh perantau baik secara perorangan maupun kelompok,” kata Bupati.

Baca Juga  Seiring Dibangunnya Gor SLB YKB, Eka Putra: Motivasi Staf Pengajar dan Murid akan Bertambah

Tidak itu saja, Eka Putra juga menginginkan an­tara perantau dan masya­rakat nagari semakin kompak, solid dan saling bahu membahu dalam membangun nagari juga kabupaten Tanah Datar secara menyeluruh.

Dikatakan Bupati,  saat ini pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan visi dan misi kabupaten Tanah Datar yang menjadi arah tujuan pemba­ngunan kedepan yaitu terwujudnya kabupaten Ta­nah Datar yang madani berlandaskan adat basandi syarak, sya­rak basandi kitabullah. “Un­tuk mewujudkan ini, kami butuh dukungan seluruh ma­sya­rakat Tanah Datar baik yang di ranah mau­pun yang di rantau,” tambah Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka Putra juga berharap 10 program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar seperti bajak gratis, program satu rumah satu hafizh dan yang lainnya bisa mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga manfaatnya juga bisa dinikmati tanpa terkecuali masyarakat Nagari Simawang.  “Khusus program satu rumah satu ha­fizh, mimpi Saya pada saat negara Indonesia menyambut 100 tahun kemerdekaannya pada tahun 2045 nanti, masyarakat di Tanah Datar sebagian besar adalah seorang ha­fizh,” pungkas Eka Putra.

Sementara ketua DPP Simawang Saiyo Prof. DR Nurhayati Hakim mengatakan bahwa perantau Simawang Saiyo pertama kali melaksanakan mubes pada tahun 1982 dan selanjutnya selalu konsisten setiap 4 tahun sekali dan sekarang adalah Mubes yang ke X.

Baca Juga  Kibarkan Bendera Merah Putih, Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air 

Menurutnya, mubes pe­rantau Simawang Saiyo ini bertujuan untuk me­ningkatkan silaturahmi dan juga untuk membantu pemerintahan nagari didalam melakukan pembangunan. Selain itu, juga untuk membahas berbagai perma­salahan yang ada di nagari.  “Hasil nyata dari mubes Simawang Saiyo adalah hadirnya lembaga pendidikan mulai dari ting­kat SMP sampai SMA baik negeri dan swasta, serta pesantren yang ada saat ini,” ujar Nurhayati Hakim.

Dikatakan Nurhayati Hakim, pada mubes kali ini ada beberapa permasalahan yang akan dibahas, diantaranya ada rencana membangun pesantren yang lebih megah dan unggul. Selain itu juga ada permasalahan tapal batas de­ngan kabupaten Solok, pasar Ombilin yang saat ini selalu menyumbangkan kemacetan, serta ruas ja­lan menuju jorong Badui.  “Kami berharap semua program yang sudah kami konsep dapat diselesaikan pada mubes kali ini, dan hasilnya segera akan kami laporkan kepada bapak Bupati,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wali Nagari Simawang Firman Malin Pan­duko, dia berharap semua permasalahan yang ada di nagari Simawang dapat diselesaikan dengan cepat, termasuk masalah jalan dan juga tapal batas.

Selain itu, Firman juga mengharapkan beberapa ruas jalan yang ada di nagari Simawang diturunkan statusnya menjadi jalan nagari. Hal ini dimaksudkan agar dibangun dengan menggunakan dana nagari, karena selama ini statusnya merupakan jalan kabupaten. (ant)