PADANG, METRO–Satu unit rumah permanen yang sekaligus dijadikan kantor Radio Warna FM dan Pronews FM di Jalan Belanti, RT 04, RW 07, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, dilanda kebakaran, Kamis (5/5) sekitar pukul 09.00 WIB.
Beruntung, dalam musibah kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, warga setempat dibuat panik, lantaran bangunan yang terbakar berada di kawasan padat permukiman penduduk.
Saat api sudah mulai membesar, sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Saking besarnya kobaran api, petugas Damkar sempat dibuat kewalahan. Setelah 1,5 jam berjibaku, api pun berhasil dipadamkan.
“Kami mendapatkan laporan terjadinya kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menerjunkan delapan armada ke lokasi dan api dapat ditangani sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Kabid Ops Damkar Kota Padang Sutan Hendra.
Dijelaskannhya Sutan Hendra, informasi yang diperoleh di lapangan, diketahui bahwa kejadian kebakaran berawal saat seorang saksi yang mendengar ada ledakan pada Air Conditioner (AC), kemudian didapati api yang sudah membesar.
Sutan Hendra melanjutkan, melihat api yang kian membesar, saksi melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. “Kita langsung berangkat dan selesai penanganannya sekitar 1,5 jam kemudian,” kata dia.
Sutan melanjutkan, lokasi kebakaran tersebut merupakan pemukiman padat penduduk. “Kita kerahkan delapan unit armada untuk mempercepat proses pemadaman. Sementara untuk kerugian belum dapat kita taksir,” pungkasnya.
Sementara itu Kapolsek Padang Utara Kompol Nahri Syukra mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan pemilik rumah bernama Zainul Rahim Zen (56), sekitar pukul 08.45 WIB saksi melihat ada gumpalan asap dari arah dapur.
“Kemudian saksi melihat ke arah dapur ternyata api sudah hidup dan menyalar ke atas. Lalu saksi meminta tolong kepada warga setempat,” ujar Nahri.
Dikatakan Nahri, usai mendapatkan informasi dari pemilik rumah yang terbakar ketua RT setempat bersama warga lainnya langsung menuju lokasi.
“Ketua RT bersama warga juga sempat mendengar adanya ledakan yang diduga berasal dari tabung gas. Selanjutnya, ketua RT yang bernama Desi Harianti (42) ini menghubungi pihak kepolisian dan Damkar kota Padang,” katanya.
Nahri menuturkan, sekitar pukul 09.00 WIB, personel Polsek Padang Utara bersama personel piket SPKT Polresta Padang tiba di TKP dan disusul oleh armada Damkar Kota Padang, selanjutnya Tim Damkar Kota Padang untuk memadamkan api.
“Sekitar pukul 10.00 WIB, api dapat dipadamkan dan selanjutnya di lokasi dipasang police line untuk kepentingan penyelidikan. Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materil kurang lebih Rp 1 miliar. Berdasarkan keterangan dari korban dan saksi, penyebab kebakaran diperkirakan berasal dari kebocoran Gas LPG yang digunakan untuk memasak, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” tutupnya. (rom)






