PADANG, METRO–Selama musim mudik hingga tiga hari setelah lebaran 2022, di Sumatra Barat (Sumbar) terjadi 69 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan delapan orang kehilangan nyawanya. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnnya.
Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. Menurutnya, data tersebut merupakan data selama Operasi Ketupat Singgalang 2022 yang diperoleh dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas).
“Sejak 28 April hingga 4 Mei 2022 (H+3) Operasi Ketupat Singgalang tercatat delapan orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas di Sumbar,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Kamis (5/5).
Menurut Kombes Pol Satake Bayu, dalam sepekan kasus kecelakaan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2022 ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun 2021 lalu, tercatat 44 kasus kecelakaan sedangkan tahun 2022 angka kecelakaan tercatat 69 kasus.
“Rincian kecelakaan hingga H+3 pascalebaran 2022 dimana delapan orang warga meninggal dunia, lima orang menderita luka berat, dan 129 orang mengalami luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas. Peningkatan itu juga seiring dengan jumlah pemudik yang juga meningkat pada tahun ini karena mudik sudah diperbolehkan. Sedangkan tahun lalu, mudik dilarang,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu.
Terkait kecelakaan lalu lintas, dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, sepatutnya masyarakat mengutamakan keselamatan jadi prioritas utama saat berkendara. Untuk itu, pemudik diimbau untuk menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, jika lelah atau mengantuk dalam perjalanan agar segera beristirahat.
“Polda Sumbar menyediakan pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah Sumbar. Pos-pos itu bisa digunakan untuk beristirahat serta mengecek kesehatan bagi para pengendara,” ujar Kombes Pol Satake.
Lebih 50 Ribu Kendaraan Masuk Sumbar
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya mengatakan, dari hasil pemantauan dan perhitungan yang dilakukan, lebih dari 50 ribu kendaraan dengan pelat nomor dari luar Sumbar yang masuk ke Sumbar sejak H-1 lalu. Menurutnya, hal tersebut karena banyaknya masyarakat dari Provinsi tetangga yang berwisata ke Sumatera Barat.
“Dari daerah Riau, terpantau sebanyak 5 ribu unit kendaraan masuk ke Sumbar dan dari arah Sumatra Utara sebanyak 50 ribu unit kendaraan,” katanya.
Menurut Kombes Pol Hilman, kendaraan yang masuk tersebut kebanyakan adalah wisatawan yang memang ingin menghabiskan hari libur lebaran untuk berwisata di Sumbar. .
“Kalau dari pemantauan kami, kebanyakan kendaraan tersebut memang wisatawan yang datang ke Sumatera Barat. Buktinya lokasi wisata saat ini sangat ramai. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat berkendara agar tidak terjadi hal yang tidak diingin kan.,” tukasnya. (rgr)












