BERITA UTAMA

Doa Selimut Ikhtiar

0
×

Doa Selimut Ikhtiar

Sebarkan artikel ini
Buya GUSRIZAL Dt PALIMO BASA (Ketua MUI Sumbar)

Kalau ikhtiar itu adalah usaha dalam kemampuan insan, maka doa bukanlah pelengkap ikhtiar tapi selimut ikhtiar dan dia hadir dalam keputus asaan terhadap ketergantungan kepada makhluk.

Bila dia hanya dija­dikan sebatas pelengkap saja, bagaimana “keya­kinan tak berkucak” akan diraih untuk menggapai ijabah dari Allah swt sebagaimana sabda Ra­sulullah saw:

”Berdoalah kamu se­kalian kepada Allah swt dalam keadaan yakin de­ngan ijabah dari Allah swt” (HR. al-Tirmidzi)

Begitu pula “ter­lepas­nya manusia dari inayah Allah swt serta tersan­darnya mereka hanya kepada diri sendiri”, tak akan bisa dihindari. Pa­dahal itu adalah kepu­tusan Allah swt yang sa­ngat berbahaya untuk seorang insan.

Karena itulah, Rasulullah saw memohon kepada Allah swt agar jangan diperlakukan demikian sebagaimana doa beliau :

”Maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku walaupun sekejap mata”. (HR. Ahmad)

Merasa Sempit di Nan Lapang

Kelapangan dada insan ternyata bisa menampung tuntunan hidup yang meliputi seluruh aspek kehidu­pan yaitu Islam.

Jadi mengherankan, bila ada yang menolak sebagian petunjuk syariat dan sesak nafasnya ketika dituntut mengamalkan ke­sempurnaan ajaran Islam padahal dia mengaku seo­rang muslim.

Mari sama-sama me­ngambil itibar dari firman Allah swt:

“Maka apakah orang-orang yang dilapangkan Allah hatinya untuk (me­nerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (di samping itu, ada orang yang menge­ras hatinya)? Maka cela­kalah, orang yang telah menge­ras hatinya untuk berdzikir (mengingat) Allah. Mereka itu berada dalam kese­satan yang nyata”. (QS. al-Zumar 39:22). (*)