PESSEL, METRO – Banjir yang melanda di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, beberapa hari yang lalu mengakibatkan, sedikitnya merendam 300 unit rumah milik masyarakat, Sabtu (30/11). Katanya, banjir tersebut selain faktor alam, juga ulah tangan oknum tidak bertanggung jawab yang merusak hutan dengan cara menebang hutan secara illegal.
Hujan deras mengguyur kawasan Nagari Binjai dan Kampung Tangah, Kecamatan Rahul Tapan, Pesisir Selatan pada Kamis dan Jumat kemarin. Akibatnya, sungai Batang Tapan meluap dan memasuki pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
Camat Ranah Ampek Hulu Tapan Alamsyah ketika dikonfirmasi koran ini, Minggu (2/12) mengatakan, peristiwa banjir ini sudah dua kali melanda wilayahnya dan merendam ratusan rumah warga di dua nagari. Yakni, Kampung Tengah dan Nagari Binjai Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Hal itu disebabkan hujan deras dengan curah yang cukup tinggi, sehingga membuat debet air Batang Tapan naik dan meluap ke pemukiman masyarakat.
“Faktor lain menjadi penyebab banjir, 60 persen dikarenakan dampak penebangan hutan secara ilegal,” kata Alamsyah.
Di katakan Alamsyah, penebangan hutan yang dilakukan oleh oknum tidak bertangung jawab ini berada di areal kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat, yang lokasinya berada Kabupaten Sungai Penuh-Kerinci Provinsi Jambi. Sejauh ini pihaknya bersama istansi terkait seperti kepolisian (Polsek), Walinagari ke masyarakat agar bersama menjaga ekosistem alam.
Karena hampir sebagian wilayah geografis di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan di kelilingi hutan TNKS. “Kita khawatir jika hujan turun lagi, banjir pasti akan terjadi lagi diwilayahnya,” keluh Alamsyah.
Adalah, Aril (30) salah seorang warga Tapan mengeluhkan kondisi sungai Batang Tapan yang perlu penanganan. Hal itu cukup membuat dirinya was – was jika hujan lebat turun lagi maka banjir akan kembali terjadi. “Kita, berharap ada tindakan cepat dan upaya lanjutan untuk penanganan banjir di daerahnya dari Pemkab Pessel melalui OPD terkait. Termasuk masalah hutan,” ucap Aril.
Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Alam Pessel Doni Guzrizal menuturkan, Pemkab Pessel melalui Dinas PSDA tahun 2019 juga menerima bantuan dari Kementerian PU-PR pembangunan embung di Kecamatan Batang Kapas sebesar Rp.5 miliar, bantuan dari PSDA Provinsi Sumbar pembangunan bronjong permanen di Tapan. Dan, termasuk pembangunan batu jette dari Kementerian PU-PR tahun 2019 Rp7,2 miliar sepanjang 750 meter. Dan, pelurusan aliran sungai di Batang Tapan dari PSDA Sumbar. (rio)





