PADANG PASIR, METRO–Wako Hendri Septa didampingi Ketua TP-PKK Ny. Genny Hendri Septa melakukan penjemputan keluarga ke-10 dari Program Semata Jilid II, di RT 01 RW 05, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, Senin sore (25/4). Kedatangan wako beserta istri disambut antusias oleh warga sekitar dan pemilik rumah.
“Assalamulaikum bapak ibuk, semuanya sehat?” tanya Wako Hendri Septa.
“Waalaikum salam, alhamdulillah sehat pak wali,” ujar masyarakat serentak menjawab.
Sebagaimana diketahui, keluarga ke-10 dari Program Semata Jilid II adalah keluarga ibu Yurlis (67). Ibu Yurlis merupakan keluarga kurang mampu dan belum memiliki rumah layak huni.
Menurut penuturan ibu Yurlis, ia bersama keluarganya tinggal dirumah tersebut sebanyak 13 orang, dengan total 4 Kepala Kelurga (KK). Rumah tersebut memiliki dua kamar, satu ruang tamu dan satu dapur. Ia tidur bersempit-sempitan bersama anak, menantunya.
“Mau bagaimana lagi, itu rumah kami satu-satunya, peninggalan dari almarhum ibu saya,” ucapnya.
Karena faktor usia, ibu Yurlis sudah tidak bekerja. Untuk mencukupi kebutuhan, ia dibantu anak dan menantu. “Saya sudah tua jadi sudah tidak bekerja, anak-anak saya yang mencari kebutuhan sehari-hari. Mereka ada yang bekerja sebagai tukang sayur keliling, cleaning servis dan ojek online. Penghasilan pas-pasan, cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya cucu sekolah,” ucapnya.
Lewat program bedah rumah ini, Ibu Yurlis berharap rumahnya dapat dibuat menjadi layak, sehingga tidak perlu sempit-sempit lagi untuk tinggal.
Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, dengan bekerjasama dengan Baznas Kota Padang, Pemerintah Kota Padang akan membedah rumah ibu Yurlis sehingga menjadi layak untuk ditempati.
“Kita juga akan mencarikan solusi bagaimana jambannya nanti bagus, karena saya lihat kondisinya memprihatinkan. Kita sangat terenyuh, ternyata mereka selama ini tinggal satu rumah sebanyak empak KK,” ungkap Wali Kota.
Seperti diketahui, terdapat momen menarik yang tersaji sebelum sang Wali Kota membawa keluarga tersebut ke Palanta kediaman resminya. Momen itu adalah saat satu keluarga itu diajak singgah ke salah satu pusat perbelanjaan megah di Kota Padang, yang juga menyediakan tempat permainan anak yang representatif.
Terpancar senyum bahagia dari masing-masing mereka yang diketahui mungkin selama hidupnya belum pernah mencoba permainan anak yang menyenangkan tersebut.
Hendri Septa menyebutkan setiba di Palanta keluarga yang mendapatkan bantuan lewat Program Semata akan diajak berbuka puasa bersama dan bermalam selama sehari, hingga esoknya sahur bersama dengan dirinya dan keluarga. Setelah itu rumahnya juga akan dibedah yang diperkirakan pembangunannya selesai lebih kurang selama satu bulan. (rel)






