BERITA UTAMA

Man. City vs Real Madrid,The Citizens Mengejar Impian

0
×

Man. City vs Real Madrid,The Citizens Mengejar Impian

Sebarkan artikel ini
Leg I Semifinal Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (28/4). Kickoff pukul 2.00 WIB.

Manchester City akan menjamu Real Madrid pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2021/22, Rabu 27 April 2022. Pertandingan di Etihad Stadium ini dijad­walkan kick-off jam 02:00 WIB. Laga ini bisa disebut, Duel Big­match Sarat Gengsi.

Man City mengejar impian menjuarai Liga Champions untuk kali pertama. Sudah lebih satu dasawarsa The Citizens gagal untuk me­wujudkan itu.

Raihan terbaik Man City saat mencapai final pada musim lalu. Raheem Sterling cs sampai di babak final, gagal mengangkat piala usai dikalahkan oleh Chelsea.

Manchester City beru­paya membayar kegaga­lan mereka menjadi juara UCL musim lalu. Saat itu, The Citizens yang melaju ke partai final harus me­nunda kembali ambisi un­tuk me­raih trofi Si Kuping Besar lantaran tumbang di tangan sesama wakil Ing­gris yakni Chelsea dengan skor 0-1.

Kini, peluang tersebut hadir kembali. Hanya saja, skuad asuhan Pep Guar­diola harus melangkahi Real Madrid terlebih da­hulu di semifinal sebelum mencapai final dan ber­tarung lagi mempe­re­but­kan gelar juara.

Menghadapi Los Blan­cos yang sangat berpe­ngalaman di UCL tentu bukan perkara mudah bagi City. Terlebih, Real Madrid ingin menyudahi rekor bu­ruknya setelah selalu gagal menembus final UCL da­lam kurun 4 tahun terakhir.

Sejak ditinggalkan Cris­tiano Ronaldo pada musim 2017/2018 silam, raihan terbaik tim ibu kota Spa­nyol itu di Liga Champions hanya hingga semifinal.

Kedua kesebelasan me­miliki lini pertahanan maupun lini penyerangan yang sama-sama bagus. Dari 10 pertandingan yang dilakoni di UCL musim ini, City telah menorehkan total 24 gol dan baru kema­sukan 10 gol.

Sementara itu, raihan gol Madrid lebih sedikit yakni berada di angka 22. Akan tetapi, pertahanan El Real lebih kokoh dengan hanya kemasukan 9 gol dari sejumlah laga ter­sebut.

Dalam laga nanti, tuan rumah Man City dite­nga­rai bakal tetap mengan­dalkan skema operan pen­dek. Stra­tegi build-up Pep Guardiola ini kerap beru­jung pada through pass menuju para pemain gesit macam Ber­nardo Silva, Raheem Sterling, Riyad Mahrez, Jack Grealish, dan Gabriel Jesus.

Nama terakhir disebut sedang dalam kondisi on fire setelah mencetak gol 4 gol dan 1 assist dalam laga Premier League pekan lalu menghadapi Watford.

Untuk urusan umpan terobosan, Joao Cancelo adalah ahlinya. Bek sayap City asal Portugal ini men­catatkan rasio umpan tero­bosan tertinggi di timnya sejauh ini (0,5). Selain itu, ia juga mahir melem­par­kan umpan jauh maupun crossing.

Baca Juga  Siap Loyal Dukung Prabowo Subianto di 2029, PAN: Suka dan Duka Bersama

Tidak hanya Cancelo, City juga memiliki sejum­lah motor serangan yang tidak kalah bagus. Salah satunya adalah Kevin De Bruyne. Gelandang Belgia ini memegang peran besar sebagai pengatur sera­ngan City dalam beberapa musim terakhir.

Di UCL, rasio keypass milik De Bruyne menjadi yang tertinggi dibanding pemain lain (2,4).

Sementara itu, Real Madrid kemungkinan akan lebih mengandalkan sera­ngan dari sektor sayap, terutama sebelah kiri.

Vinicius Junior yang menempati posisi tersebut seringkali menjadi target serangan Los Blancos. Ti­dak hanya di ajang UCL tetapi juga di LaLiga.

Pelatih Carlo Ancelotti cukup cerdik dalam me­man­faatkan kemampuan­nya. Di tangan pelatih asal Italia tersebut, Vinicius mampu menjadi pasangan yang klop untuk Karim Ben­zema.

Setidaknya sudah ada 5 umpan yang dikirimkan penyerang sayap asal Bra­sil itu untuk Benzema dan berakhir menjadi gol. Jum­lah ini menjadikan kedua­nya sebagai duet paling berba­haya di UCL musim ini.

Secara head-to-head, kedua tim ini seimbang. Da­lam enam pertemuan se­jauh ini, City dan Madrid sa­ma-sama menang dua kali (M2 S2 K2) dan sama-sama mencetak total tujuh gol.

Di babak sebelumnya, City dan Madrid sama-sama menyingkirkan klub dari negara lawan. Pasukan Josep Guardiola menying­kirkan rival sekota Madrid, Atletico Madrid dengan agregat 1-0 (1-0 kandang, 0-0 tandang). Sementara itu, anak-anak asuh Carlo An­ce­lotti menyingkirkan juara bertahan Chelsea dengan agregat 5-4 (3-1 tandang, 2-3 extra time kandang), di mana empat dari lima gol mereka diborong oleh Ka­rim Benzema.

City sudah mema­nas­kan mesin dengan melu­mat sang tamu Watford 5-1 di Premier League akhir pekan kemarin. Rodri me­nyumbang satu gol, se­dangkan Gabriel Jesus em­pat gol.

Madrid tidak bertan­ding akhir pekan kemarin. Laga terakhir mereka ada­lah melawan tuan rumah Osasuna tengah pekan lalu. Madrid menang 3-1 lewat gol-gol David Alaba, Marco Asensio, dan Lucas Vazquez. Karim Benzema dua kali gagal penalti di laga tersebut.

Nah, walau bermain di hadapan pendukung sen­diri, City tak boleh lengah sedikitpun.

Baca Juga  2 Tahun "Gauli" Siswi SMA, Guru Honorer Ditangkap

Pasalnya, ada 5 pemain yang bisa membantu Real Madrid mempermalukan Manchester City di Etihad Stadium nanti.

Pertama; Karim Benze­ma layak mendapat perha­tian lebih dari Manchester City. Pasalnya, penyerang asal Prancis tersebut te­ngah berada dalam perfor­ma terbaiknya.

City tetap tak boleh me­remehkan Benzema, apa­lagi memberinya ruang tem­bak. Sebab, striker Pran­­cis calon top skor Liga Cham­pions musim ini tersebut punya kualitas untuk mem­buat City bernasib sama dengan Chelsea.

Kedua; Vinicius Junior tidak kalah berbahaya de­ngan Karim Benzema. Pe­nyerang asal Brasil terse­but juga banyak berkon­tribusi untuk Real Madrid musim ini.

Dengan assist akurat­nya, Vinicius Junior akan menjadi tandem berba­haya Karim Benzema di lini serang Madrid.

Ketiga; Meski usianya tak lagi muda, Luka Modric tetap tampil konsisten ber­sama Real Madrid. Dia masih menjadi salah satu andalan di lini tengah Los Blancos.

Ya, Luka Modric adalah ‘ruh’ permainan Real Mad­rid. Salah satu kelebihan­nya, dia punya kemam­puan melepaskan passing yang nyaris sempurna, akurasi umpannya di atas 90 persen.

Keempat; Di lini tengah juga ada sosok Casemiro. Gelandang bertahan asal Brasil tersebut sangat kuat dalam menghentikan sera­ngan lawan.

Terakhir; Thibaut Cour­tois tidak tergantikan di bawah mistar gawang Real Madrid. Dia juga menjadi salah satu kunci kesuk­sesan Los Blancos dengan penyelamatan demi pe­nyelamatannya.

Guardiola vs Ancelotti

Guardiola akan berha­dapan dengan lawan yang sudah sering dihadapi da­lam kariernya sebagai ma­najer, Real Madrid. Kali ini, Los Blan­cos ditangani oleh Ancelotti. Perang strategi dua pelatih ternama itu tak terelakkan.

Dalam sepanjang ka­rier­nya, Guardiola sudah berhadapan dengan Ance­lotti sebanyak enam kali. Dia mampu membukukan empat kemenangan dan tumbang dua kali.

Semua kemenangan atas Ancelotti dicatatkan oleh Guardiola saat mena­ngani Man City. Ancelotti menjadi bulan-bulanan Man City saat menjadi juru taktik Everton.

Kemenangan terbesar Guardiola atas Ancelotti terjadi pada musim 2020/2021. Man City dibawa Guardiola memetik keme­nangan dengan skor akhir 5-0 atas Everton.

Secara keseluruhan, tim asuhan Guardiola su­dah menjebol gawang tim asuhan Ancelotti sebanyak 12 kali alias rata-rata dua gol. Sebaliknya, Ancelotti membobol gawang tim asu­­han Guardiola seba­nyak tujuh kali. (*/rgr)