METRO PADANG

Hasil Ram Check BPTD Wilayah III Sumbar, Banyak Bus Tidak Laik Jalan Beroperasi Lebaran Tahun ini, Penumpang Diminta Waspadai Bus “Zombie”

0
×

Hasil Ram Check BPTD Wilayah III Sumbar, Banyak Bus Tidak Laik Jalan Beroperasi Lebaran Tahun ini, Penumpang Diminta Waspadai Bus “Zombie”

Sebarkan artikel ini
RAM CHECK BUS— Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana bersama jajaran dan Dishud Kota Padang melakukan Ram Check (uji kelayakan terhadap angkutan bus Lebaran). Hasilnya, masih banyak ditemukan bus yang tidak laik jalan, kir bus mati.

ANAK AIA, METRO–Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Provinsi Sumbar melakukan pengecekan sejumlah kendaraan yang akan beroperasi selamar libur Lebaran tahun ini. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kelaikan jalan kendaraan yang akan membawa pemudik dan warga yang akan berlebaran di kampung halaman.

Senin (25/4), kegiatan dimulai dengan menggelar apel gabungan dengan jajaran Disnas Per­hu­bungan (Dishub) Kota Padang, di Terminal Type A Anak Aia Kota Padang. Apel gabungan menandakan dimulainya pelaksanaan posko penga­manan Lebaran pada H-7 hingga H+10.

Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana mengatakan, hari ini juga dilaksanakan giat Ram Check (uji kelayakan terhadap angkutan bus Lebaran). “Sebelumnya Ram Check juga sudah dilaksanakan di sejumlah terminal lainnya. Yakni, di Terminal Simpang Aur Pariaman dan Bareh Solok. Kali ini di Terminal Anak Aia, bersama Dishub Kota Padang,” terang Deny.

Tujuannya, meyakinkan masyarakat bahwa, kendaraan yang beroperasi untuk pelayanan angkutan Lebaran betul-betul laik jalan. Dari hasil Ram Check ditemukan ada beberapa kendaraan yang masih saja tidak melakukan uji berkala atau kir-nya mati.

“Kita lakukan penyitaan terhadap dokumennya. Penumpangnya dialihkan. Banyak juga yang bandel, karena penumpangnya tidak protes. Kami sita dokumennya, mereka tinggal saja dan mobilnya jalan. Ini kesulitan kita,” tuturnya.

“Kita sudah lakukan hal yang terbaik untuk penumpang. Kita lakukan pemeriksaan dokumen. Kita berharap penumpang beralih ke armada berikutnya,” harapnya.

Juga ada ditemukan bus “zombie” dari hasil Ram Check yang dilakukan. Yakni bus yang buku uji kir-nya yang mati, kartu pengawasan sudah mati. Selain itu, saat cek fisik banyak yang tidak memenuhi standar keselamatan.

“Bus ini asal bawa saja. Bahkan dari body bus saja kurang layak. Tapi penumpang butuh bergerak, akhir­nya penumpang naik saja. Biasanya bukan penumpang rutin, tapi penumpang dadakan. Ini yang kita khawatirkan,” ungkapnya.

Deny mengungkapkan, bus “zombie” ini muncul, karena dengan banyaknya penyekatan selama dua tahun pandemi Covid-19, kendaraan angkutan pada Lebaran ini, banyak pemeliharaan yang kurang, namun dipaksakan beroperasi.

“Pengemudinya juga, karena keperluan rumah tangga memaksa untuk beroperasi. Kita ingin kendaraan yang masuk kita periksa, untuk mengingatkan mereka dan penumpang untuk ekstra hati-ha­ti,” tegasnya.

Dengan banyaknya ken­daraan angkutanyang ma­sih belum patuh terhadap ketentuan uji berkala, BPTD Wilayah III Sumbar menurut Deny menyurati Dishub Kabupaten Ko­ta. “Kami su­dah menyurati Dinas Perhubungan Ka­bu­­paten Kota, untuk melaksanakan Ram Check,” terangnya.

Terutama khusus bus pariwisata. Deny meng­ung­kapkan, karena mereka tidak melewati masuk terminal, dikuatirkan, me­reka lepas dari pengawasan untuk melakukan uji berkala.

“Karena tidak pernah ke terminal, ada yang tidak pernah uji berkala. Bahkan plat nomor polisinya banyak juga dari luar Sumbar. Mereka harus mengurus numpang uji di sini. Mereka tidak melaksanakan itu. Dinas Perhubungan Kabupaten Kota-lah yang paham kondisi pengusaha angkutan ini,” ungkapnya.

Deny juga mengung­kap­kan, bagi kendaraan angkutan Lebaran yang sudah laik jalan dan melewati Ram Check, maka dilakukan pemasangan stiker. “Artinya kendaraan su­dah melalui pemeriksaan. Diminta juga kepada operator juga melakukan pemeriksaan kendaraan,” imbaunya.

“Saya yakin dengan adanya Ram Check ini, informasi ini sudah beredar di kalangan bus angkutan Le­baran. Mereka tidak akan masuk terminal dan berhenti sementara beroperasi sementara dan juga berhenti di jalan,” ungkapnya. (fan)