BERITA UTAMA

Nasehat Kehidupan

0
×

Nasehat Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Buya H Masoed Abidin (Ketua MUI Sumbar 2003-2006).

Dari (Asy-Syahid) Syaikh Ahmad Yasin Fadany, beliau menasehatkan bahwa, “Nyawa ini hanya satu lembar di dalam badan, dan dia hanya akan keluar satu kali.” Dia pasti akan keluar sesuai jadwalnya seperti yang telah dite­tapkan di Lauhul Mahfuz.

Tetapi bagaimana ke­luarnya dan di medan mana kamulah yang me­nentukan, kamu lah yang memilih.

Maka pilihlah cara ke­ma­tian yang terhormat. “Yakni mati dalam me­mbela tauhid, demi mem­bela aqidah, demi mem­bela kehormatan Islam dan kaum muslimin. Itu­lah semulia-mulia akhir hayat.” Aamiin…

BERSEDEKAHLAH PADA SETIAP ADA KESEMPATAN

Bimbingan dari Rasu­ lullaah Shallallahu alaihi wa Sallaam, setiap hari selama matahari masih terus terbit, dua orang malaikat selalu berdo a kepada Tuhan-Nya, “ Ya Allah berikanlah tambahan harta orang yang menginfakkan hartanya dan hilangkan lah harta orang yang selalu menyimpan hartanya” (HR.Bukhari Muslim).

Sedekah sebaiknya di­niatkan semata-mata kare­na mengharap ridho Allah tanpa ada embel-embel selain itu, misalnya agar hajatnya terkabul. Sedekah yang diniatkan semata- mata karena Allah tidak diragukan lagi akan men­datangkan manfaat lang­sung yakni diberikan am­punan atas dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan se­kaligus diberikan balasan 7 kali lipat, digandakan 100 kali bahkan berganda-gan­da dengan karunia Allah.

Sedekah yang dilaku­kan secara terang-tera­ngan atau ditampakkan adalah baik, namun sede­kah yang lebih baik hen­daknya dilakukan secara diam-diam. Orang yang memberikan sedekah seca­ra diam-diam adalah salah satu di antara 7 golongan yang akan mendapat kan naungan ketika tidak ada lagi naungan selain dari-Nya. Sedekah juga men­datangkan manfaat-man­faat lain selain manfaat-manfaat yang telah dise­butkan pada uraian ter­sebut di atas.

Baca Juga  Kemenag Dukung KSAD Rekrut Santri Jadi Prajurit TNI

Sedekah bermanfaat untuk membuka pintu re­zeki dan Allah mengganti infak tersebut dengan mem­berikan nafkah. Sede­kah juga akan menghilang­kan kefakiran, sombong, membanggakan diri, pan­jang umur dan terhindar dari kematian yang buruk (su ul khatimah).

Selain itu, sedekah juga dapat memelihara ke­lang­sungan warisannya dan dapat mengobati penyakit dan membuat siap mental dalam menghadapi datang nya bencana.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik maka Allah akan meli­pat­gandakan pembayaran ke­padanya dengan lipat ga­n­da yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245).

Sabda Rasulullaah Shal­lallahu alaiyhi wa sallam ; “ Turunkanlah (datang­kan­lah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Baihaqi).

BERDOA SAJA SEBENARNYA BELUM LAH CUKUP

Banyak orang yang sela­lu berdoa (memohon) kepada Allah namun tidak di iringi dengan ikhtiar (usaha) maka hasil nya tentu tidaklah selalu me­muaskan.

Allah taala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mau mengubah apa yang ada pada diri mereka sen­diri” (QS. ar-Rad [13]: 11).

Baca Juga  Hendak Panaskan Mobil, Pemilik Temukan Piton Nyasar dalam Kap Mobil di Kota Padang, Sempat dipatuk Saat  Evakuasi

Allah taala berfirman ; “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan men­cukupkan (segala keper­luan) nya” (QS. ath-Thalaq [65]: 3).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahi­mahullah- berkata ; “Ber­tawakal kepada sesuatu artinya bersandar kepa­danya. Adapun bertawakal kepada Allah maksudnya adalah menyandarkan diri kepada Allah TaAla dalam rangka mencukupi dan me­menuhi keinginannya, baik ketika mencari keman­faatan ataupun ketika me­nolak ke­mu­dharatan. Ini merupakan bagian kesem­purnaan iman dan tanda keberadaan nya.” (lihat Syarh Tsalatsat al-Ushul, Hal. 38).

Oleh karena itu, seo­rang muslim yang baik yakni mereka yang berdoa kepada Allah semata, mem­punyai usaha untuk mewujudkan nya, dan ber­tawakal kepada-Nya.

“Allaahumma rabba naa anzil alainaa maai­datan minas- samaai ta­kuu­nu lanaa idan liaw­wa­linaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raa­ziqiina” … “Ya Tuhan kami, turunkan lah kepada kami hidangan dari langit (yang hari tu­runnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang seka­rang bersa­ma kami mau­pun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekua­saan Engkau; berilah kami rezeki dan Engkaulah se­baik-baik pem­beri rezeki.” (Q.S. al-Maidah [7]: 114). (*)