BERITA UTAMA

Penetapan Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng, Direktur Core : Jangan Menghambat Jalur Distribusi

0
×

Penetapan Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng, Direktur Core : Jangan Menghambat Jalur Distribusi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi minyak goreng.

JAKARTA, METRO–Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal meminta pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi minyak goreng.

Pasalnya, penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang me­ng­akibatkan kelangkaan minyak goreng oleh Keja­k­saan Agung, dikhawatirkan menimbulkan distorsi di tengah momentum Rama­dan dan Lebaran.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menggunakan seluruh instrumen kebi­jakan dan perangkat yang dimiliki untuk menjamin keterse­diaan minyak go­reng seti­daknya hingga Idulfitri.

Terlebih, Ramadan dan Idulfitri menjadi momen­tun meroketnya konsumsi masyarakat. Apabila terja­di kelangkaan barang ma­ka berisiko menimbulkan inflasi yang kini tengah diperangi oleh pemerintah.

Baca Juga  Laporan Masyarakat Meningkat di Pemilihan, Herwyn: Sosialisasi Bawaslu Berhasil

“Kalau yang diargu­mentasikan pelaku usaha yang ditangkap sudah mengikuti aturan tentu ini bisa justru mempersulit distribusi,” kata Faisal, Jumat (22/4).

Meski begitu, pena­nga­nan kasus minyak goreng menurut Faisal juga men­jadi pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. “Ini perlu terus diusut karena tidak tertutup kemung­kinan pihak-pihak lain ter­libat,” duga Faisal.

Sementara, Direktur Eksekutif Gabungan In­dustri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Si­naga mengatakan ada ke­resahan dari peru­sahaan minyak goreng pasca­pe­netapan empat tersangka oleh Kejagung.

Baca Juga  Wawako Solok dan Istri Dinobatkan jadi Ayah Bunda GenRe Pengayom 2022

Sahat menambahkan, beberapa industri minyak goreng anggota GIMNI menyampaikan ketakutan­nya untuk mengikuti Program Minyak goreng Cu­rah bersubsidi ini dan me­ngatakan ingin mundur. “Mereka saya minta tidak perlu takut, asalkan berja­lan sesuai regulasi dan aturan pemerintah,” seru Sahat.(jpnn)