METRO SUMBAR

SMK Dhuafa Padang Tutup Pesantren Ramadhan, Esneti: Menanamkan Nilai nilai Ibadah

0
×

SMK Dhuafa Padang Tutup Pesantren Ramadhan, Esneti: Menanamkan Nilai nilai Ibadah

Sebarkan artikel ini
REWARD—Kepala SMK Dhuafa Padang Esneti Spd MPD MM mmenyerahkan tropi reward terhadap siswa yang berprestasi dalam lomba pidato dan hafizd Quran pada Pesatren Ramadhan.

PADANG, METRO–SMK Dhuafa Padang menutup kegiatan pesantren Ramadhan 1443 H , Jumat (22/4). Pesantren Ramadhan yang melibatkan 115 siswa kelas X ini ditutup Kepala SMK Dhuafa Esneti SPd MPd MM. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan reward berupa tropi kepada peserta pesentren Ramadhan, yang berprestasi dalam lomba pidato dan hafizd Quran.

“Pesentren Ramadhan 1443 H ini berlangsung selama 15 hari, yakni 7 sampai 22 April. Dan pesan­tren tahun ini berjalan lancar,” ujar Kepala SMK Dhuafa Esneti SPd MPd MM.

Esneti didampingi Wa­ka Humas dan Sarana A­khiruddin menambahkan, peserta Ramadhan 1443 H ini melibatkan seba­nyak  115 siswa yang terdiri dari siswa kelas X. Se­dang­kan siswa kelas XI tengah me­laksanakan prakerin lapa­ngan. Kemusian, kelas XII tengah libur dalam menghadapi persiapan ujian.

Dikatakan, pesantren Ramadhan tahun ini masih ditekankan kepada pengamalan ibadah. Kemudian berimbang antara teori dan praktek. Selain itu ke­giatan pesantren Rama­dhan ini. Sebab manfaat pesantren Ramadhan untuk mengamalkan Ajaran Islam dalam Kehidupan Sehari-Hari. Salah satu manfaat dari Safari Ramadhan adalah anak-anak diajarkan untuk bisa me­nerapkan dan mengamalkan ajaran Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ini sangat bermanfaat, agar anak mampu untuk menghadapi hal-hal negatif dari lingkungan sekitar. Satu hal yang mengkha­watir­kan banyak orang tua, di mana lingkungan tumbuh kembang anak se­ka­rang cenderung kurang baik atau kurang sehat bagi jiwa mereka.

Selain itu meningkatkan pemahaman tentang Ajaran Agama Islam manfaat lain dari mengikutsertakan anak dalam kegiatan pesantren kilat adalah memantapkan pemahaman anak tentang ajaran Agama Islam.

“Sehingga diharapkan sang anak akan memupuk rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah sejak dini. Dengan memupuk rasa cinta terhadap Sang Pencipta, anak-anak se­nantiasa akan berbuat sesuai dengan ajaran agama dan menjauhi hal yang sudah dilarang,” tambah Esneti.

Ditambahkan Esneti, untuk memperbaiki Ibadah dan akhlak“penanaman akan pentingnya Ibadah dan perbaikan akhlak ha­rus dipupuk sejak dini. Ka­rena ini akan sangat memberi pengaruh terhadap kehidupan anak hingga ia besar nanti. Diharapkan anak dapat terus me­ning­katkan ibadah dan menunjukkan akhlak yang mulia untuk orang-orang di sekitar. “Sebenarnya masih banyak lagi manfaat sanlat untuk anak-anak. Ke­giatan sanlat pun tidak harus dilakukan di se­ko­lah,” ujar Esneti. (boy)