METRO NASIONAL

Sinyal dari Jokowi Agar Kejagung Garap Mendag Lutfi

0
×

Sinyal dari Jokowi Agar Kejagung Garap Mendag Lutfi

Sebarkan artikel ini
TERSANGKA—Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor, tersangka kasus ekspor CPO ditahan Kejagung, Selasa (19/4).

JAKARTA, METRO–Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono mengajak semua elemen masya­rakat mendukung langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin mengusut tuntas kasus dugaan korupsi minyak goreng di Kementerian Perdagangan (Kemendag).  Ajakan itu disampaikan Arief setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kejagung mengu­sut tuntas kasus dugaan korupsi yang menjerat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag berinisial IWW sebagai tersangka.

 “Ini tandanya kebijakan Jaksa Agung dalam me­nang­kap para koruptor didukung penuh oleh Jokowi dan green light bagi Jaksa Agung untuk segera periksa dugaan kuat keterlibatan Menteri Perdagangan,” kata Arief kepada JPNN.com, Kamis (21/4) ma­lam.

Presiden Jokowi sebelumnya memerintahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas para mafia minyak goreng karena meyakini ada permainan. Kepala Ne­gara memandang saat ini minyak goreng masih menjadi persoalan di tengah ma­sya­rakat.

Sebab, meski pemerintah telah memberikan subsidi BLT, harga komoditas itu masih tetap tinggi. Arief pun menilai persoalan minyak goreng termasuk kasus yang sedang diusut Kejagung ba­kal cepat selesai bila Mendag Lutfi dicopot oleh Presiden Jokowi.

“Kalau mau tuntas ma­salah kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng, pecat itu menteri perdagangan, baru nanti bisa tuntas tuh masalah,” ujar politikus Gerindra itu.

Arief berpendapat jika Mendag M Lutfi tidak dipecat oleh Presiden Jokowi, pasti bakal ada gerakan untuk menghentikan atau membuat kasus mafia minyak goreng yang ditangani Kejagung tidak tuntas.

“Ngeri banget loh, backing-nya para pelaku dugaan korupsi ini. Orang yang sangat powerfull di RRC loh,” ujarnya.

“Ayo kawan mahasiswa, LSM, tokoh masyarakat, netizen dan para buzzer, kita dukung Kejaksaan Agung,” kata

Arief menyerukan. Diketahui, pemerintah telah mela­kukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng, antara lain melalui beragam kebijakan seperti penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen. Namun,

Presiden Jokowi melihat kebijakan tersebut belum berjalan dengan efektif da­lam beberapa pekan ini. “Di pasar saya lihat minyak cu­rah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kami te­tapkan, artinya memang ada permainan,” ucapnya di Sumenep beberapa hari lalu. (fat/jpnn)