PESSEL,METRO–Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap empat oknum ASN pemerintah kabupaten (Pemkab) Pessel dan satu orang kontraktor yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), pada Rabu (20/4).
Informasi yang dihim pun, empat orang yang ditangkap tersebut adalah Kabag ULP (Unit Layanan Pengadaan) Pemkab Pessel berinisial NH. Kemudian anggota Pokja (Kelompok Kerja) berinisial RC, YD dan RF, serta seorang kontraktor berinisial J. Dalam OTT ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp20 juta.
Usai melakukan OTT, polisi kemudian memasang garis polisi pada dua ruangan di Kantor Bupati Pessel. Dua ruangan yang di pasang garis polisi itu adalah, ruang Kabag Pengadaan Barang dan Jasa di lantai dua, serta ruang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada lantai tiga di kantor Bupati Pessel.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Sri Wibowo, ketika dikonfirmasi menegaskan bawah kelima orang tersebut hingga sampai saat ini masih diamankan di Unit Tipikor Satreskrim Polres Pessel guna melengkapi mindik dan kelengkapan lain untuk diproses lebih lanjut.
“Usai diamankan, penyidik masih terus melakukan pemeriksan saksi- saksi terus berjalan, “ kata AKBP Sri Wibowo dihubungi koran ini, Kamis (21/4).
AKBP Sri Wibowo menjelaskan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan. Makanya belum bisa memberikan keterangan terkait status empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor tersebut.
“Karena pemeriksaan masih sedang berlangsung, maka kita belum bisa memberikan keterangan terkait status empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor tersebut. Kapan waktunya keterangan bisa disampaikan, kita juga tidak bisa memastikan. Bisa saja nanti, atau besok,” katanya.
Terpisah, Wakil Bupati Pesisir Selatan Apt. Rudi Hariyansyah saat dikonformasi, Kamis (21/4) enggan berbicara panjang lebar, dalam kaitan adanya empat orang oknum ASN ada di lingkungan Pemkab Pessel diamankan penyidik Tipikor, Polres Pessel.
“Saya belum dapat laporan dari staf tentang apa yang terjadi,” ujar Rudi Hariyansyah.
Rudi mengungkapkan jika saat kejadian tersebut sedang melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan, pulang sudah malam hari. Dan, pagi – pagi sudah berangkat ke Padang untuk mengikuti rakor. Jadi, tidak tahu pasti apa yang terjadi.
“Untuk itu kita hormati proses yang sedang berjalan dilakukan penyidik Kepolisian Polres Pessel, dan biarkan proses ini berjalan dulu,” jelas Rudi.
Sementara itu, Ketua DPC LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Nusantara, Kabupaten Pesisir Selatan, Hanyuspik Panungkek, ketika dihubungi menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polres Pessel yang telah melakukan pengamanan terhadap empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor dengan inisial J tersebut.
“Kita berharap oknum tertangkap OTT oleh penyidik Tipikor Polres Pessel ini agar diusut tuntas. Tentunya dengan melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih dalam. Termasuk juga menggali dan mengusut dugaan kekayaan terhadap salah satu pejabat yang diamankan tersebut,” katanya.
Hanyuspik Panungkek berharap pihak Polres Pessel bisa segera menyampaikan ke publik terkait hasil atau status dari empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor tersebut.
“Ini saya sampaikan, sebab kasus ini sekarang tengah menjadi perhatian publik di Sumbar, khususnya Pessel. Agar tidak menjadi teka-teki berkepanjangan, maka diminta pihak Polres Pessel segera menyampaikannya secara terbuka ke Publik,” tukasnya. (rio)






