METRO PADANG

Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran, Gubernur: Antisipasi Kepadatan Jalur Darat dan Penumpukan Pengunjung di Objek Wisata

0
×

Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran, Gubernur: Antisipasi Kepadatan Jalur Darat dan Penumpukan Pengunjung di Objek Wisata

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi dan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan saat pembukaan rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2022/1443 H, Selasa (19/4).

SUDIRMAN, METRO–Untuk mengantisipasi kepadatan jalur darat saat mudik Lebaran tahun ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta agar seluruh pihak terkait, dapat menemukan solusi dari permasalahan dalam penyelenggaraan angkutan Leba­ran. Mahyeldi meminta agar persoalan kemacetan, kerusakan jalan dan antisipasi pe­numpukan pengunjung di objek wisata da­pat ditemukan solusinya.

Khusus kerusakan jalan, Mahyeldi meminta agar  pada H-5 Idul Fitri 1443 H, jalan yang rusak di Sumbar agar dapat diperbaiki. “Ada hal yang sikapi untuk antisipasi kepadatan jalur darat pada Lebaran tahun ini. Pertama kurangi jalan yang rusak. H-5 jalan-jalan sudah dipastikan lebih baik,” harap Mahyeldi, saat membuka rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan ang­ku­tan Lebaran tahun 2022/1443 H, Selasa (19/4).

Mahyeldi juga mengingatkan agar arus kemacetan juga perlu diantisipasi. Diprediksi ada 1,8 juta Perantau Minang yang akan pulang kampung ke Sumbar pada Lebaran tahun ini. Dari jumlah tersebut jika mereka pulang bersama keluarga, maka jumlah perantau yang pulang kampung jumlahnya mencapai dua juta. Jumlah ini hampir setengah jumlah penduduk Sumbar saat ini.

Dengan jumlah tersebut, berarti ada 500 ribu penambahan mobil di jalan raya. Sementara jalan ti­dak ada yang bertambah di daerah ini. Karena itu agar kemacetan yang timbul nanti, dapat diatur dengan baik. Termasuk lokasi par­kir yang terbatas. Akan banyak mobil parkir di pinggir jalan. Apalagi di jalan-jalan kampung yang jalannya kecil dan pemilik rumah parkir mobil di pinggir jalan. Ini juga perlu diatur, agar tidak menimbulkan kemacetan.

Mahyeldi juga meminta agar rambu-rambu pe­nun­juk arah perlu diperbanyak, agar dapat memberikan informasi bagi perantau yang ingin pulang ke Sumbar dan ingin berkunjung ke objek wisata.

Dengan besarnya jumlah perantau yang mudik ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini, maka perlu diantisipasi terjadinya peningkatan angka ke­ce­lakaan.

Salah satunya dengan mengoperasikan puskesmas dan RS pada saat mu­dik Lebaran. “Pernah ada bupati yang marah-marah karena puskesmas tutup tidak ada petugas. Puskesmas diharapkan ber­­ope­rasi dan tetap mela­ku­kan pelayanan menghadapi mudik Lebaran ini,” harapnya.

Baca Juga  Awas! Penyebaran Corona di Pusat Perbelanjaan, Hari ini Disdag Panggil Pengelola Mall

Hal lain yang perlu disikapi menurut Mahyeldi, tidak ada pemalakan di tempat wisata. Termasuk juga pemuda yang memalak petugas yang memperbaiki jalan dengan me­ng­gunakan senjata tajam.

Mahyeldi juga meminta agar jangan ada yang berdiri di tengah jalan minta sumbangan untuk mas­jid. “Jalan ya untuk jalan. Karena yang menggu­na­kan jalan ya pengguna ken­daraan dengan seizin kepolisian. Karena itu jangan ada yang minta sumbangan di jalan,” tegasnya.

Khusus di objek wisata, agar jangan terjadi penumpukan di objek wisata, sehingga pengunjung lebih teratur dan tidak terjadi pe­nyebaran Covid-19. “De­ngan adanya desa wisata yang jumlahnya 300 desa wisata, maka kita berharap pengunjung tidak menumpuk pada satu titik objek wisata,” harapnya.

Hal lain yang perlu men­jadi perhatian, juga diharapkan petugas parkir jangan sampai main pakuak. “Ini harus bisa ditekan. Juga pengamanan di objek wisata. Harus ada rambu-rambu tempat bermain di objek wisata. Libatkan BPBD, Basarnas dan adanya posko lebaran dari kepolisian,” ujarnya.

Sementara, khusus tran­sportasi di laut, khusus masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke pulau akan sangat ramai pada Lebaran nanti. Tapi kenyataannya, keselamatan kapal yang mengangkut pengunjung ke objek wisata pulau belum terjamin. “Kita butuh safety body yang menjamin keselamatan penumpang. Pengawasan kapal- kapal ini di­perlu dilaksanakan. Diharapkan kita dapat mewujudkan zero accident,” tegasnya.

Termasuk antisipasi po­tensi cuaca. Seperti potensi hujan. Mahyeldi meminta, perlu dipetakan antisipasi banjir dan longsor. Dipastikan ada alat berat yang standby untuk penanggulangan longsor. Khu­sus jalur udara, hingga saat ini, tiket penumpang pesawat sudah full hingga H-10. Padahal, hari jelang hari H Idul Fitri masih panjang. Tidak tertutup kemungkinan kita berharap akan ada ekstra flight nantinya.

Baca Juga  Dukungan untuk Andre-Esa terus Mengalir. “Kami Pilih karena Bikin Terminal”

Tidak hanya melalui jalur udara dan darat. Perantau Minang juga akan masuk ke Sumbar melalui jalur laut, melalui kapal dari Jakarta, Kepulauan Mentawai dan Nias. Karena itu perlu juga dipersiapkan armadanya dengan fasilitas lengkap untukm keselamatan di laut. Dengan harga tiket murah, perantau yang pulang kampung melalui jalur laut juga akan membludak.

Sementara, Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar, Heri Nofiardi me­nga­takan, rapat kordinasi bertujuan untuk mengantisipasi dan menyiapkan langkah-langkah dan kebijakan terhadap masalah yang akan mungkin terjadi pada penyenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.

Rapat koordinasi dihadiri, Dirlantas Polda Sumbar, Jasa Raharja, PT Angkasa Pura II Cabang BIM, PT KAI Divre II Provinsi Sumbar, Kepala Otban, TNI, Dinas Perhubungan Kabupaten Kota, Balai Tek­nik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat,Satkamla, Balai Jalan Nasional Wilayah III, Dinas Bina Marga Cipta Ka­rya dan Tata Ruang Provinsi Sumbar, Dinas Pariwisata Sumbar dan stakeholder lainnya.

Dalam antisipasinya, Heri mengungkapkan pada H-7 dan H+7, ada pelaksanaan dan monitoring angkutan  Lebaran, ketersediaan  dan kelancaran angkutan lebaran tahun  2022/1443 H. Juga pada H-7 sampai H+7, dilaksanakan penyiagaan kendaraan derek pada lo­kasi rawan kecelakaan dan pelaksanaan monitoring angkutan  Lebaran serta pendirian Posko Pelayanan Lalu Lintas.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya, S.Ik mengatakan, pihaknya sudah membuat mapping dan cara bertindak menghadapi perma­salahan penyelenggaraan angkutan Lebaran nanti. “Mappingnya sudah kita siapkan. Ini rapat awal, berikutnya rapat tingkat sektoral,” terangnya.

Hilman juga menambahkan, pemetaan sudah berjalan maka akan ada solusi jalan keluar. Jumlah personil yang disiagakan untuk pengamanan mudik juga sudah dikonsepkan, tapi jumlahnya belum final. “Khusus lokasi pasar tumpah yang menimbulkan ke­macetan, juga ditempatkan personel dan dirikan posko pengamanan,” terangnya. (fan)