METRO SUMBAR

Wagub Sumbar: Mentawai harus segera Keluar dari Daerah 3T

0
×

Wagub Sumbar: Mentawai harus segera Keluar dari Daerah 3T

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy memberikan sambutan saat melakukan Safari Ramadhan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, di Masjid Miftahul Jannah Dusun Karya Bakti, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora, Minggu (17/4).

MENTAWAI, METRO–Kemajuan pembangu­nan kabupaten Kepulauan Mentawai telah terjadi lompatan besar. Pemba­ngunan infrastruktur di Mentawai terus digenjot, karena Mentawai telah dikenal wisatawan dunia. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat melakukan Safari Ramadhan di Kabupaten  Ke­pulauan Mentawai di Mas­jid Miftahul Jannah Dusun Karya Bakti, Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora, Minggu, (17/4).

Menurut Wagub Audy Joinaldy, Pemerintah Pro­vinsi Sumbar akan mengupayakan Kabupaten Kepulauan Mentawai keluar dari daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T) tahun mendatang dengan cara mengejar ketertinggalan di bidang infrastruktur, aksesibilitas, dan pendapatan daerah.

Audy Joinaldy menyebutkan terdapat beberapa indikator yang menyeba­bkan Kepulauan Mentawai belum bisa keluar dari dae­rah 3T. Selama ini yang membuat sulit Mentawai maju ini, infrastrukturnya masih belum memadai. Padahal kunjungan wisa­tawan mancanegara sudah sering ke Mentawai.

“Sebetulnya Mentawai sudah dikenal di dunia. Tinggal bagaimana mempercepat proyek pemba­ngunan infrastruktur bagi peningkatan perekonomian masyarakat Mentawai,” kata Audy.

Selain itu, Audy Joi­naldy mengatakan Kabupaten Kepulauan Menta­wai sudah yang ke-13 da­lam rangkaian Safari Ramadhan dan yang ke-5 kali dikunjunginya. “Saya se­nang bisa buka puasa bersama di Mentawai, semua makanannya enak. Ini me­rupakan berkah bagi ka­mi,” sebutnya.

Baca Juga  Kerja Sama Pemkab-Polri, Seribu Hektare Jagung Ditanam di Solok Selatan

Sebelumnya dalam sam­butannya, Audy Joi­naldy sangat takjub de­ngan kinerja pasangan KDH Mentawai ini yang akan habis masa baktinya di bulan Mei 2022.

“Mentawai telah ba­nyak kemajuan akhir-akhir ini. Tak salah kiranya ma­syarakat menyebut Bapak Yudas dan Bapak Korta­nuis sebagai bapak pembangunan di Mentawai. Mereka telah banyak berbuat untuk pembangunan Mentawai,” ungkapnya.

Mentawai sudah jauh perkembangan, sebelum pandemi Covid-19 jumlah kunjungan sudah mulai meningkat. Perlu promosi dan aktifitas pemberitaan pariwisata Mentawai yang memiliki masa depan yang baik. Adanya Trans Mentawai, pembangunan Labuhan Bajau, Kawasan Eko­nomi Khusus (KEK) serta dukungan pembangunan lainnya akan mampu menjadikan Mentawai lebih maju baik dalam sisi eko­nomi maupun dalam minat dikunjungi akan semakin tinggi.

Kemudian Audy berharap untuk Bandara U­dara Rokot harus jadi tahun ini. Hadirnya Bandara Ro­kot dengan wajah baru diharapkan bisa menopang kawasan wisata di daerah tersebut, yang pada gilirannya berdampak positif bagi pertumbuhan eko­nomi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake menyebutkan warganya terus saling menjaga kerukunan antar umat beragama yang berada di wilayahnya. “Se­hingga Mentawai menda­pat terbaik di Indonesia dalam toleransi beragama,” menurut Korta. Kabupaten Kepulauan Menta­wai memiliki tiga agama besar yakni Islam, Kristen dan Katolik, karena se­karang bulan Ramadan, sebagai bentuk toleransi beragama, untuk itu Kortanius mengimbau untuk sa­ling menghormati dalam menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-ma­sing.

Baca Juga  Sukseskan Program, Agam Menyemai Camat Goro

Menjaga toleransi beragama merupakan suatu kekuatan dalam mening­katkan persatuan sesama umat beragama dalam mem­bangun di Kabupaten Kepulauan Mentawai.   “Se­bagai bukti hari besar keagamaan, Paskah dan Ramadhan saling berdekatan dan menjaga toleransi bersama. Mudah-mudahan kita terus saling menjaga,” tukas Korta.

Selanjutnya sebagai ketua tim Safari Ram­a­dhan, Wagub Sumbar di­dam­pingi Wabup Menta­wai menyerahkan bantuan senilai Rp 50 juta kepada pengurus Masjid Miftahul Jannah.

Hadir dalam Safari Ramadhan tersebut, Kepala Bapenda Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kepala Dinas Pemuda dan Olah­raga, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, serta Kabag Bina Mental dan Spiritual Biro Bina Mental dan Kesra Sum­bar.(rul)