BERITA UTAMA

Seminggu Tak Pulang, Petani Sawit Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Pasaman Barat

0
×

Seminggu Tak Pulang, Petani Sawit Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini
TEWAS MEMBUSUK— Polisi bersama warga mengevakuasi jasad JS (34) yang ditemukan tewas membusuk di kebun sawit.

PASBAR,METRO–Warga Jorong Sim­pang, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) digegerkan dengan pene­muan mayat berjenis kela­min laki-laki yang kondisi­nya sudah membusuk dan bahkan sudah sulit dikenali. Penemuan mayat itu bera­da di area kebun kelapa sawit milik Karang Karya Taruna (KKT).

Setelah ditelusuri, mayat itu ternyata berinisial JS (34) yang sehari-harinya bekerja sebagai petani. , Jasad korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Parit lalu dipindahkan lagi ke RSUD Pasamanbarat untuk dilakukan visum, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dima­kamkan.

Kapolres Pasbar, AKBP M Aries Purwanto, melalui Kapolsek Sungai Beremas Iptu Fahrur Roji mengatakan, mayat tersebut ditemukan  pada Jumat (15/4) sekira pukul 15.00 WIB. Kuat dugaan,korban sudah meninggal sejak seminggu lalu, sehingga kondisinya sudah membusuk.

“Mayat JS ini ditemukan kondisinya sudah me­ngeluarkan bau menyengat dan tubuhnya sudah membusuk. Akibatnya, wa­jah sudah sulit untuk dikenali. Kita belum me­ngetahui penyebab pas­ti korban ini meninggal di lokasi itu,” ungkap Iptu Fahrur Roji, Minggu (17/4).

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari istri korban, pada hari Jumat (8/4) sekitar pukul 18.00 WIB, korban pergi ke kebun yang diantar oleh istri korban bernama Rahmawilis (23). Namun, saat itu korban diantar sampai di wa­rung milik Suharman (40).

“Setelah mengantarkan korban, kemudian istri korban pulang ke rumahnya. Beberapa jam setelah itu, istri korban berusaha menghubungi korban me­la­lui handphonennya, namun handphone korban tidak aktif,” ujar Iptu Fah­rur.

Ditambahkan Iptu Fah­rur, besok harinya, pada Senin (11/4) sekitar pukul 10.00 WIB, istri korban pergi untuk menemui korban di pondok kebun kelapa sawit milik Mad Dium di Jorong Simpang,  namun istri korban tidak bertemu dengan korban.

“Selanjutnya pada hari Jumat (15/4) sekitat pukul 09.00 WIB, istri bersama mertua korban bernama Rosna (56) dan juga adik istri Korban Nurhidayati (17) ikut untuk mencari korban dengan cara menelusuri jalan yang biasa dilalui oleh korban,” jelas Iptu Fahrur.

Sekira pukul 15.00 WIB, dikatakan Iptu Fahrur, saksi mencium bau busuk, sehingga para saksi mencari, dan menelusuri bau tersebut, hingga ditemukanlah mayat korban. Berdasarkan pakaian dari mayat itulah, istri korban meyakini mayat itu merupakan suaminya, karena pakaian itulah yang dipakai korban saat pergi ke kebun.

“Para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Jorong dan Ketua Pemuda setempat. Mendapat informasi adanya penemuan mayat, Anggota Polsek Sungai Beremas,  langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi terhadap jasad korban ke RSUD Pasaman lalu diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” pung­kasnya. (end)