METRO PESISIR

Pandemi, Ikut Berdampak terhadap Capaian Imunisasi

0
×

Pandemi, Ikut Berdampak terhadap Capaian Imunisasi

Sebarkan artikel ini
Rudi Refenaldi Rilis

PDG.PARIAMAN, METRO–Sekda Padangpariaman Rudy Refenaldi Rilis me­nyatakan peduli terhadap capaian imunisasi, karena itulah sekarang di laksanakan gebyar Pekan Imuninasi  Dunia (PID) 2022 dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). “Pelaksa­naan peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2022 merupakan momentum yang tepat dan strategis, dalam meningkatkan kembali kesadaran untuk melakukan tindakan kolektif dari seluruh unsur ma­syarakat dan swasta,” kata Sekda Rudy Repenaldi Rilis, kemarin.

Katanya, perlu untuk meningkatkan cakupan imunisasi sebagai perlindu­ngan semua kelompok u­mur, guna mencapai era­dikasi dan eliminasi Pe­nyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). “Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 memberikan dampak penurunan cakupan imunisasi yang cukup signifikan. Di tingkat global, cakupan imunisasi menurun dari 86% di tahun 2019 menjadi 83% di tahun 2020. Jumlah anak yang tidak men­dapat imunisasi dasar se­besar 23 juta anak. Indonesia juga mengalami penurunan cakupan imunisasi dasar, dari 93,7% di tahun 2019 menjadi 77,3% di tahun 2021,” ungkap Sekda.

Sementara di Kabupa­ten Padangpariaman jelasnya,  mengalami penurunan. Dari 83,0% di tahun 2019 menjadi 61,1% di tahun 2020. Penurunan cakupan imunisasi ini akan mengakibatkan timbulnya daerah-daerah kantong yang berpotensi menjadi sumber kasus-kasus PD3I, bahkan dapat menimbulkan KLB.

Baca Juga  Dampak Kenaikan BBM, Polres Padangpariaman Bagikan Bansos pada Masyarakat

Ia juga menambahkan, saat ini telah terjadi pe­ningkatan kasus Campak di beberapa wilayah di Kabupaten Padangpariaman. Dalam dua minggu terakhir, ada kasus di wi­layah kerja Puskesmas Ampalu, Sikabu, Sungai Limau, Patamuan dan E­nam Lingkung. Juga telah ditemukan kasus difteri klinis pada bulan Ja­nuari 2022 di wilayah kerja Puskesmas Sicincin.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi nasio­nal melalui penguatan imunisasi rutin dan pemberian imunisasi tambahan pada Bulan Mei hingga Juni 2022. Yang terdiri dari memberikan imunisasi campak-ru­bela pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 ta­hun dan melakukan Imunisasi Kejar (Catch-Up) bagi anak balita yang belum lengkap imunisasi rutinnya,” jelas Rudy.

Baca Juga  Wabup Rahmang Dukung Baznas, Sosialisasikan Muzaki sebagai Pahlawan Kemiskinan

Dalam pertemuan itu, Sekda juga menekankan beberapa hal. Diantara­nya, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Padangpariaman, agar mendukung dan berperan aktif dalam pe­laksanaan Gebyar PID dan Bulan Imunisasi Anak Nasional. Disamping itu, karena 70 persen sasaran berada di sekolah PAUD, SD dan SMP, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padangpariaman, Pemerintah Kecamatan dan Stakeholder terkait lainnya harus berperan aktif untuk mengajak anak sekolah agar dapat diimunisasi.

“Pelaksanaan Bulan Imu­nisasi Anak Nasional, bertujuan untuk mening­katkan cakupan Imunisasi rutin yang selama ini berjalan kurang maksimal. Besarnya dampak yang ditimbulkan akibat KLB PD3I (Kejadian Luar Biasa Pe­nyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi), menjadikan kegiatan pelaksa­naan Bulan Imunisasi Anak Nasional sangat penting untuk dilaksanakan,” tutup­nya. (efa)