BERITA UTAMA

Dermawan

0
×

Dermawan

Sebarkan artikel ini
Irsyad Syafar (Wakil Ketua DPRD Sumbar).

DERMAWAN secara bahasa berarti pemurah hati dan suka berderma (bersedekah). Dalam ba­hasa arab disebut sakha atau karam. Lawan dari dermawan adalah kikir atau pelit. Dermawan se­cara istilah adalah mem­berikan harta dengan se­nang hati dalam kondisi memang harus memberi, sesuai dengan kepan­tasannya, tanpa meng­harapkan adanya bala­san atau  imbalan dari yang diberi.

Baik itu berupa kedu­dukan, pujian, ataupun sekedar ucapan terima kasih. Dermawan itu bera­da jauh di atas sifat kikir, namun tidak sampai ke­ting­kat boros. Orang yang dermawan akan mem­beri­kan sebagian hartanya kepada orang lain atau kepentingan umum tanpa rasa keterpaksaan sedikit­pun. Bahkan mereka mene­mukan dan merasakan ke­ba­hagian dengan memberi tersebut. Yang mereka harapkan satu-satunya adalah balasan dari Allah dan ridha dariNya.

Terkait hal ini Allah Swt menyatakan: “Dan mere­ka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami mem­beri makanan kepadamu hanyalah untuk mengha­rapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9)

Dalam haditsnya, Ra­sulullah Saw mengabarkan rumus yang unik tentang bersedekah dan berbagi yaitu, ‘’Harta tidak akan berkurang dengan dise­dekahkan.” Padahal tam­pak secara kasat mata, harta itu berkurang karena diberikan kepada orang lain. Imam An-Nawawi menjelaskan, bahwa hadits ini mengandung dua pe­ngertian. Pertama, sede­kah itu diberkahi (di dunia) dan karenanya ia dan har­ta­nya terhindar dari ke­rusakan (kemudharatan). Dan kedua, pahalanya ti­dak akan berkurang di akhi­rat, bahkan dilipatgan­da­kan hingga kelipatan yang sangat banyak.

Baca Juga  Trauma, 8.110 Orang Mengungsi dari Palu

Rasulullah SAW Sangat Dermawan

Kedermawanan Rasu­lullah tidak bisa diragukan lagi. Para sahabat melihat dan merasakan betapa dermawannya Rasulullah Saw. Dermawan itu bukan karena Beliau memiliki segala sesuatu, atau kare­na kaya raya. Melainkan karena akhlak dan sifat Beliaulah yang seperti itu. Justru kehidupan Beliau banyak keterbatasan dan kesederhanaan.

Gambaran kederma­wanan Rasuluillah disebut­kan di dalam hadits Abdul­lah bin Abbas ra yang ber­kata: “Nabi SAW adalah orang yang paling derma­wan dengan kebai­kan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril as. bertemu dengan­nya. Jibril mene­muinya setiap malam Ra­ma­dhan untuk menyimak bacaan al-Qurannya. Se­sun­gguh­nya Rasulullah Saw lebih dermawan dari­pada angin yang berhem­bus.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sangat dermawannya Ra­sulullah SAW diban­ding­kan dengan angin yang behembus, disebab­kan ka­re­na kedermawanan Beliau itu sangat cepat dan spon­tan dan memberikan man­faat yang menyeluruh se­perti angin yang berhem­bus, serta mem­berikan man­faat pada apa yang dilewatinya.

Memberi Tak Pernah Takut Miskin

Rasulullah SAW ketika memberi, kadang tidak tanggung-tanggung dalam segi jumlah. Bisa jadi dom­ba sepadang rumput yang jumlahnya bisa puluhan atau ratusan ekor, Beliau berikan kepada seseorang. Akibatnya orang yang me­nerima ini sungguh takjub dan kagum kepada akhlak Rasulullah SAW. Sehingga ia kemudian mengajak se­lu­ruh kaumnya untuk ma­suk Islam.

Baca Juga  Warga Pauh Gempar! Ada Mayat Mengambang di Sungai

Sahabat Anas ra ia te­lah menceritakan bahwa tidaklah pernah Rasulullah Saw dimintai sesuatu atas keislaman, melainkan Be­liau akan memberikannya. Ketika itu seseorang da­tang kepada Beliau, lalu Beliau memberikan kepa­da­nya domba sangat ba­nyak yang berada di an­tara dua gunung.

Kemudian orang ter­sebut kembali (dengan sangat bahagia) kepada kaumnya seraya berkata: “Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam agama Islam, karena Muhammad Saw memberikan sesuatu bagaikan pemberian orang yang tidak takut kemis­kinan.” (HR Muslim).

Orang Dermawan Dekat ke Surga

Beruntunglah orang yang memiliki sifat derma­wan serta mudah meno­long dan berbagi. Sebab ia akan dekat dengan Allah Swt dan juga ke surga serta disenangi oleh banyak orang, kemudian ia menjadi jauh dari neraka.

Orang yang bodoh tapi dermawan bisa lebih baik dari pada orang yang alim tapi kikir. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Saw:  “Orang yang pemu­rah dekat dengan Allah Swt, dekat dengan manu­sia, dekat dengan surga, jauh dari neraka, dan orang yang kikir/pelit jauh dari Allah Swt, jauh dari ma­nusia, jauh dari surga, dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang pemurah lebih dicintai Allah Swt dari pada orang alim yang pe­lit.” (HR Tirmidzi). Wallahu Alaa wa Alam. (*)