METRO SUMBAR

Saat Kunker Kakanwil Kemenang Sumbar di Tua Pejat, Masdan Usulkan Pembangunan Sekolah MAN

0
×

Saat Kunker Kakanwil Kemenang Sumbar di Tua Pejat, Masdan Usulkan Pembangunan Sekolah MAN

Sebarkan artikel ini
H Helmi Kakanwil Kemenag Sumbar.

MENTAWAI, METRO–Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai satu daerah 3 T (Terdepan, Terpencil dan Ternggal) men­dapatkan kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama RI Sumbar, H Hel­mi di bulan Ramadhan 1443 H ini.  Seusai kunjungan tersebut, Kakan Kemenag Kepulauan Mentawai, H Masdan SAg MA, Kamis (7/4) kepada media ini mengungkapkan beberapa hal tentang pembangunan ke­agamaan di kabupaten yang dipimpin Bupati Yudas Sabaggalet SE MM.

Kakan Kemenag Mentawai, Masdan saat Kun­ker Kakanwil Kemenag Sumbar itu menyampaikan tantangan, harapan dan permasalahan yang menjadi tanggungjawab instansi yang dipimpinnya di Bumi Sikerai. Mulai dari persoalan kekurangan pegawai, kekurangan Guru, kekurangan Penghulu dan kekurangan Penyuluh A­gama. Tak terkeculi masih terbatasnya sarana dan prasarana karena dari 10 Kecamatan yang ada di Kepulauan Mentawai itu baru 5 Kantor Urusan Agama (KUA) yang defenitif.

“Soal Pendidikan, saat ini Mentawai satu satu di Sumbar Kabupaten yang tidak punya Madrasyah  Aliyah Negeri. Untuk itu kedatangan Kakanwil Kemenaga Sumbar itu kita minta usulan pembangu­nan MAN Mentawai beserta Asramanya menjadi prio­ritas pada tahun 2023 mendatang,” kata Masdan.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Sambut Baik dan Dukung IMLF 2025

Selain persoalan ke­kurangan pegawai, soal hak-hak pegawai juga ha­rus diperhatikan, harus ada regenerasi pegawai yang ditugaskan ke Mentawai secara bergantian dan tidak ada lagi pembiaran bagi pegawai Kemenag yang bertugas di Mentawai, sampai mati ditempat tugas yang tidak diberikan hak pindah tugas, agar mereka juga bisa bekerja dan berkumpul bersama Keluarga.

“Lagian Kami di Mentawai, jangan hanya diberikan janji janji kosong, ketika datang ke Mentawai bak dihembuskan angin angin sepoi dingin yang turun dari syurga, tetapi setelah kembali ke daratan (ke Padang -red), janji Janji itu sirna dan tak pernah lagi digubris,” ujar Masdan.

Semua laporan sekaligus tuntutan  disampaikan langsung kepada Kakanwil Kemenag Sumbar, Helmi, karena pegawai Kemenag di Mentawai berhadapan dengan sulitnya transportasi, di wilayah yg sangat jauh, tentu menekan biaya dan angggaran tidak sedikit.

“Namun keluarga besar Kemenag Mentawai yang saya pimpin tetap semangat dan eksis bekerja, buktinya semua ormas dapat didirikan dan dige­rakkan secara baik, mulai dari FKUB, dengan menjaga dan melestarikan ke­rukunan di Mentawai. Pen­dirian Baznaz yang baru awal berdiri sudah dapat berkontribusi dalam melayani dan membantu ka­um duafa dan muallaf di Mentawai,” jelas Masdan.

Baca Juga  Sekda Medison Ingatkan, SAKIP untuk Para Aparatur Pengelola Perlu Dipahami

Seluruh organisasi pendukung kegiataan keaga­maan di Kepulauan Mentawai sudah mendapat pem­binaan dari Kemenag Mentawai, diantaranya HBI, LPTQ, Pesparawi, Pes­parani yang terus mengi­rim­kan Peserta lomba dan Kontingen ke Tingkat Pro­vinsi, bahkan juga ke ting­kat Nasional, yang dibantu anggaran APBD Mentawai.

Perjuangan mewujudkan hal itu, bukanlah perkara gampang, butuh proses waktu yang cukup lama yakni menjalinkerjasama yang baik dan telah kami rajut bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Men­tawai, termasuk deng Forkopimda Mentawai yang sangat bersinergi dalam membina umat dan masyarakat Mentawai, se­kaligus mengatasi dan me­nyelesaikan berbagai persoalan Umat di antar Umat beragama, internal umat Beragama, umat beragama dengan Pemerintah..

“Dengan ikut terjun secara langsung, Kabupaten Kepulauan Mentawai a­dalah yang terbaik dalam implementasi Kerukunan umat beragama di Suma­tera Barat. Pada hal nilai rata rata Sumatera Barat di bawah standar Nasional,” tutunnya. (*/rul)