METRO SUMBAR

Aliansi Mahasiswa Sampaikan 4 Tuntutan ke DPRD Pessel

0
×

Aliansi Mahasiswa Sampaikan 4 Tuntutan ke DPRD Pessel

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Demo DPRD payakumbuh
SAMPAIKAN ASPIRASI— Ratusan mahasiswa Payakumbuh mendatangi gedung dewan sampaikan aspirasi.

PESSEL, METRO–Empat tuntutan disampaikan Aliansi Mahasiswa – Mahasiswi Kabupaten Pesisir Selatan ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD), Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (11/4/2022) sebagai bentuk perjuangan atas kegeli­saan mahasiswa dan masy­a­rakat akan langkah – langkah serta kebijakan peme­rin­tah yang memberikan dam­pak negatif pada ma­sya­­rakat.  Mendapat pe­nga­­walan dari anggota Polres Pessel dan Satpol PP dan Damkar, Kabupaten Pessel puluhan mahasisa – mahasiswi perwakilan mahasiswa di setiap kecamatan Se – Kabupaten Pesisir Selatan, diterima masuk ke gedung DPRD Pessel untuk melakukan aspirasi tuntutan, dimana diterima langsung Ketua DPRD Pessel Ermizen, Kabag Ops Polres Pessel AKP. Allan Budi Katinusa, S,Ik, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pessel Adhi Darma Putra, serta Sekwan DPRD Pessel Ikhsan Busra.

Di hadapan Pimpinan DPRD Pessel, perwakilan Aliansi Mahasiswa – Mahasiswi Kabupaten Pesisir Selatan Rahfi mengatakan, aksi dilakukan bersama kawan – kawan mahasiswa – mahasiswi Kabupaten Pessel dan Indonesia, bentuk kegelisaan melihat kon­disi terjadi di negara Indonesia saat ini.

Disampaikan Rahfi, ada empat tuntutan hari ini akan kita sampaikan, pertama menolak wacana 3 periode jabatan presiden, menolak kenaikan PPN 11 %, menolak kenaikan BBM oleh pemerintah pusat dan tentang langkahnya minyak goreng di tengah ma­sya­rakat.  “Kita atas nama Aliansi Mahasiswa/i asal Kabupaten Pessel tegas menolak empat tuntutan kita sampaikan ini, “ Hidup Mahasiwa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Perempuan Indonesia,” tegas Rahfi sambil menyeruhkan yel – yel.

Lebih lanjut Ia menambahkan akan ada kesepakatan dan komitmen bersama dengan anggoya DPRD Pessel untuk bersama mendukung dan ikut menolak 4 kegelisaan mahasiswa dan masyarakat, melalui penandatangan kesepakatan bersama secara tertulis dan bermatrai, serta video testimonasi dari pimpinan DPRD Pessel. Sekali lagi tuntutan aspirasi ini kita akan kawal demi perjuangan mahasiswa/ i dan masyarakat.

Baca Juga  Sawahlunto Raih Penghargaan dari KPK

Ketua DPRD Pessel Ermizen telah menunggu kedatangan Aliansi Mahasiswa/i Pessel, mewakili anggota DPRD Pessel secara tegas ikut mendukung empat tuntutan adik – adik mahasiswa /i Kabupaten Pesisir Selatan. Dan asi­pirasi ini nantihnya akan diperjuangkan ke pusat agar ada perubahahan.  “Aspirasi dilakukan ini adalah bentuk kecintaan dan kepedulian dengan kondisi bangsa Indonesia, kita berikan apresiasi,” ujar Ermizen dihadapan puluhan mahasiswa  Sekali lagi atas nama pimpinan DPRD Pessel ­dan pribadi angota DPRD Pessel mendukung empat tuntutan aspirasi mahasiswa dan mahasiswi Kabupaten Pesisir Selatan.

Di Limapuluhkota dan Payakumbuh Mahasiswa Demo DPRD

Sementara itu di Lima­pu­luhkota ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang melakukan aksi damai ke DPRD Kabupaten Limapuluh Kota pada Senin pagi 11 April 2022 memberi waktu Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Ko­ta, Deni Asra 1×24 jam untuk menyampaikan aspirasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi di DPR-RI, jika tidak mahasiswa “mengancam” akan kembali turun dengan jumlah massa lebih banya lagi.

Hal itu diungkapkan Pre­siden BEM Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Ilham Afreza dihadapan ratusan massa yang mengikuti aksi di gedung DPRD Kabupaten Li­ma­puluh Kota di Bukik Li­mau, selain Ketua DPRD, kedatangan ratusan mahasiswa itu juga diterima sejumlah anggota DPRD, diantaranya Wendi Chandra, Khairul Apit, Sekretaris Daerah, Widya Putra dan sejumlah kepala OPD.  “Ki­ta desak ketua/pimpinan DPRD untuk segera membuat surat ke tingkat yang lebih tinggi terkait tuntutan kami yang mewakili ma­syarakat Kabupaten Lima­puluh Kota, bila surat tidak sampai ke DPR-RI, mahasiswa akan turun lagi,” sebut Ilham.

Baca Juga  Dinas PUPR Laksanakan Bimtek Manajemen Kontrak Konstruksi

Selain mendesak agar aspirasi mereka segera disampaikan, Perwakilan Mahasiswa juga mengajak Pimpinan DRPD, Bupati yang diwakili Sekretaris Daerah untuk ikut menyampaikan aspirasi tersebut secara lisan dihadapan mahasiswa. Mereka meminta kedua orang tersebut naik ke mobil mahasiswa dan ikut membacakan tuntutan mahasiswa.

Dalam aksi Damai itu, mahasiswa juga membawa puluhan spanduk yang berisi “sindiran” terkait naiknya harga BBM, minyak goreng langka serta wacana penundaan Pemilu Serentak dan massa perpanjan jabatan presiden jadi 3 periode.  “Cukup cukup sudah cukup 2 priode saja, tolak 3 periode” bunyi salah satu spanduk, selain itu dalam aksi damai yang dikawal ketat aparat kepolisian, Satpol-PP itu, mahasiswa juga menam­pilkan Teatrikal dampak naiknya harga BBM. Dalam teatrikal itu, sejumlah mahasiswa menggambarkan aksi rumah tangga yang mengeluh akibat BBM, Minyak Goreng dan berbagai persoalan lainnya.  Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang tejadi di Indonesia. Menuntut dan mendesak Jokowi-Makhruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Mahasiswa Payakumbuh  Sampaikan di DPRD

Ratusan mahasiswa di Kota Payakumbuh juga mendatangi gedung DPRD Kota Payakumbuh, untuk menyampaikan aspirasi damai sekitar pukul 15.00 Wib. Dengan membawa spanduk dan poster mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Payakumbuh itu berjalan kaki menuju gedung dewan dari Pasar Payakumbuh.  Hafiz Ramadhan koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan kesulitan masya­ra­kat saat sekarang ini. “Orangtua kita merasakan penderitaan, harga-harga mahal. Jeritan rakyat dimana-mana, antrian beli BBM, minyak Goreng. Semuanya jadi mahal. Kami ingin wakil rakyat, satu suara menolak kebijakan yang mensengsarakan rakyat,” ucapnya. (rio/uus)