METRO PADANG

H Nurli Zakir Dt Bungsu Meninggal Dunia, Keluarga Kehilangan namun Ikhlas, ”Nakhoda Utama Berlayar Menuju Keabadian”

5
×

H Nurli Zakir Dt Bungsu Meninggal Dunia, Keluarga Kehilangan namun Ikhlas, ”Nakhoda Utama Berlayar Menuju Keabadian”

Sebarkan artikel ini
H Nurli Zakir Dt Bungsu.

PADANG, METRO–Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Selasa (5/4) sekitar pukul 17.16 WIB telah berpulang H Nurli Zakir di RSUP M Djamil Padang pada usia 73 tahun. Pengusaha besar di Kota Pa­dang itu dimakamkan di lo­kasi pemakaman Batu Loyo Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Rabu (6/4) siang. Ribuan orang turut melayat. Begitu banyak pelajaran, kesan dan kenangan dari almarhum selama hidupnya.

Julius Rusli, suami dari anak bungsu Nurli Zakir, Wentiza Chairia menyebutkan, baginya Babak pang­gilan anak dan me­nantu kepada almarhum adalah sosok mertua yang sempurna. Memiliki kharisma yang luar biasa dalam membimbing anak-anak, memantu dan cucu-cucunya. Orangnya tidak banyak bicara, pendiam , tapi selalu penuh makna dalam menjalankan  kehidupan.

“Beliau selalu memberikan arahan dalam meng­hadapi kehidupan beragama dan kehidupan sehari hari. Dalam cara menghadapi masalah  besar dan kecil. Beliau selalu mengajarkan melihat kehidupan satu hari demi satu hari. Hadapi hari esok. Berapa besar pun ma­sa­lah, beliau selalu memberi kami solusi yang terbaik bagi keluarga dan dalam dunia usaha,” katanya.

Julius menyebut, H Nur­li meninggalkan beberapa usaha yang telah di­bangun puluhan tahun lalu, di antaranya usaha KBIH (Kelompok Bimbingan Iba­dah Haji dan Umrah) di Lubuk Minturun. Sebelum berpulang, berpesan dan berharap usaha ini dapat dilanjutkan terus oleh anak-anaknya karena sdh menjadi kebanggaan warga Sumbar. “Kami keluarga besar, sangat bersedih, karena kehilangan tonggak, tiang, sosok pe­mim­pin keluarga. Beliau me­ru­pakan pa­nu­tan kami yang selalu memberikan sinar dan sema­ngat da­lam menghadapi kehidupan,” katanya.

Bagi Julius, H. Nurli selalu mengajarkan untuk selalu berbagi, bersedekah, membantu sesama dan sekitar yang membutuhkan. Tanpa pam­rih, selalu menyediakan makan untuk orang sekelilingnya. Hampir seluruh karyawan dan orang yang berada di sekitarnya, telah diberangkatkan haji atau umrah. Luar biasa.

Baca Juga  Andre Rosiade Dukung Calon Ulama Sumbar Belajar ke Timur Tengah

“Nakhoda utama itu kini telah tiada, berlayar menuju keabadian. Kembali kepada sang Maha Pencipta. Zat yang semua jiwa makhluk berada dalam genggaman-Nya. Betapa indahnya panggilan Allah SWT kepada jiwa-jiwa yang tenang,” katanya.

Anak dan menantu Nurli Zakir, yaitu Dinni Mardiyah dan Ogi Rulino saat takziah Jumat (8/4) siang di Masjid Nur Zikrillah, Lubuk Minturun, Sungai Lareh mengucapkan selamat jalan kepada Babak mereka. “Selamat ja­lan Babak. Sungguh kami kehilangan. Sosok yang mengajarkan kami rasa cinta kasih yang sesungguhnya sesama manusia. Yang memberikan arti keikhlasan untuk berkorban,” katanya dalam bacaan sajak untuk orang tua mereka.

Mereka menyampaikan, sebenarnya  sungguh belum siap untuk kehilangan dan berpisah. “Siapa lagi yang akan mengirimkan ma­kanan dari Padang. Siapa lagi yang mengajak ka­mi umrah dan ja­lan ber­sa­ma. Sia­pa la­gi yang selalu mem­bagi THR ba­gi kami semua. Siapa la­gi yang menjadi teman bicara yang tekun mendengarkan semua keinginan kami. Siapa lagi yang sabar dan selalu mengalah atas keegoisan kami. Siapa la­gi,” katanya.

Mereka berdoa semo­ga Allah mengampuni segala kekhilafan, kesalahan, kesilapan, kealfaan selama hidupnya. “Terimalah segala amal ibadah, kebaikan, doa dan semua perbuatan baik yang telah Babak tebar selama ini. Kami belum siap untuk merindu. Tetapi kami rela. Sungguh rela. Kami ikhlas. Sungguh ikhlas. Allah swt ternyata lebih sayang kepada Babak. Semoga Babak beristirahat dengan tenang di taman Surga terbaik. Babak, kaulah cinta dalam hidup kami. Sampai jumpa lagi. Selamat jalan Babak,” tutup Ogi Rulino dan Dinni.

Prosesi pemakaman Nurli Zakir memang sedikit panjang. Pertama, shalat jenazah pertama di Mas­jid Nur Zikrillah, Sungai Lareh sekitar pukul 11.00 WIB. Lalu kembali dishalatkan di Masjid Nurul Ulya Damar, dan diimami Wali Kota Hendri Septa sekitar 12.00 WIB. Selanjutnya menuju tempat pemakaman di dekat Mushalla Nur Zikrillah, Gurun Laweh, Lubukbegalung pukul 13.00 WIB.

Baca Juga  Hari Jadi Provinsi Sumbar, Ironi, Penetapan Hari Jadi Terlambat

Nurli Zakir Bin Sawir Dt Bungsu memiliki istri  Hj Asmarida Ayub dan enam orang anak Hj Jessy Nurliza Putri, Hj Dewi Andria, H Frist Donni (Alm) , Hj. Dinni Mardiyah, H. Firman Thoiba dan Hj. Wentiza Chairia. Serta menantu Dr H Taufik Jamaan SpOG , Muhammad Hernadi SEAkt, Ogi Rulino MEng dan Yulius C Rusli. BBus. Diketahui memiliki 16 cucu.

Saat melayat ke rumah duka Wako Hendri Septa, atas nama pribadi dan Pemko mengucapkan duka mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah H Nurli Zakir. “Semoga almarhum husnul khatimah, diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Wako mendoakan.

Wako bersaksi, H Nurli orang baik, apalagi meninggalnya di bulan Ramadhan. “Tentunya baik se­kali,” katanya.

Gubernur Mah­yeldi saat melayat ke ru­mah duka Rabu (6/4) pagi mendoakan almarhum men­dapatkan tempat terbaik di sisi Allah. “Beliau orang baik. Apalagi meninggalnya di bulan Ramadhan, bulan yang sangat baik. Mudah-mudahan keluarga bisa bersabar menerima takdir ini,” ujar Gubernur.

Anggota DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade juga merasa kehilangan sosok pengusaha panutan yang sangat dekat dengan agama ini. “Kami turut berduka. Beliau adalah orang baik yang banyak menolong orang. Beliau juga contoh pengusaha sukses yang tidak lupa akan sesama. Semua merasa kehilangan. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah,” kata Ketua DPD Gerindra Sumbar ini. (r)