HAMKA, METRO – Setelah resmi dibuka, sebanyak 71 mobil kreasi dari 43 Perguruan Tinggi se-Indonesia yang mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018, mulai berlomba menjajal sirkuit sepanjang 8 kilometer di areal kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (28/11) hingga Sabtu (1/12).
Wakil Ketua Pelaksana KMHE 2018, Rifdarmon mengatakan, lintasan untuk lomba mobil hemat energi ini, berada di dalam kampus UNP. Panjang lintasannya 1 kilometer dan mobil kreasi yang mengikuti lomba ini akan melaju sebanyak 8 putaran yang mengelilingi Rektorat UNP, Auditorium dan jalan depan RSG FT UNP.
“KMHE 2018 ini terdiri berbagai kategori diantaranya, kelas Prototype, Urban Concept dengan jenis bahan bakar yaitu motor pembakaran gasoline, ethanol, diesel, dan motor listrik. UNP menurunkan dua mobil, masing-masing di kelas prototype dan urban concep. Target kami masuk 3 besar pada kategori tersebut, karena ini merupakan keikutsertaan pertama kali,” kata Rifdarmon.
Sementara itu, Rektor UNP, Prof Ganefri mengatakan, dengan kontes ini tentunya peluang bagi UNP untuk membangun reputasi akademik. Terutama bagaimana mendorong mahasiswa-mahasiswa UNP khususnya Fakultas Teknik untuk bisa melahirkan inovasi dan menyalurkannya kreasinya.
“Karena ada ajang yang disiapkan pemerintah untuk mengakomodir semua inovasi mahasiswa, terutama dalam perkembangan teknologi otomotif, karena dengan situasi dan kondisi saat ini dengan keterbatasan sumber daya alam, sumber daya energy, kita tentu harus ada inovasi-inovasi baru untuk bisa meringankan beban terhadap pemakain energi. Dengan memakai energi sedikit tapi menghadirkan banyak manfaat,” ucap Ganefri.
Ganefri menambahkan sebelumnya UNP belum pernah mengikuti kontes tersebut. Keikutsertaan sekarang sekaligus menjadi tuan rumah katanya, untuk melanjutkan keinginannya ketika menjadi dekan Fakultas Teknik.
“Sekarang UNP ikut dengan menurunkan 2 mobil, mungkin tahun depan bisa 4 mobil. Selain UNP tujuannya ini juga untuk Sumbar, supaya mahasiswa sangat inovatif dan kreatif. UNP kampus pertama di luar jawa yang menjadi tuan rumah, saya apresiasi tim. Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kemenristekdikti yang sudah mempercayai UNP sebagai tuan rumah dalam kontes ini,” ungkap Ganefri.
Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Didin Wahidin yang membuka langsung kontes itu mengatakan dijadikannya areal sekitar kampus sebagai lintasan pada kontes itu merupakan fasilitas yang sangat luar biasa.
“Lintasan bisa di mana saja, banyak juga perguruan tinggi yang melaksanakan, tetapi tidak di dalam kampusnya. Ini sudah fasilitas yang sudah luar biasa, di dalam kampus saja bisa, karena intinya bukan melulu pada lintasan, tapi kreatifitas yang dibangun dalam hal ini,” kata Didin.
Didin mengungkapkan UNP merupakan kampus pertama di luar Jawa yang menyelenggarakannya. Sebab itu, ia sangat mengapresiasinya, karena mampu menjadi tuan rumah, dan sebuah loncatan yang bagus untuk kampus UNP.
“Kami sangat apresiasi, ikut pun belum pernah tapi kemudian jadi tuan rumah. Ini loncatan yang luar biasa, kemauan yang seperti ini kita banggakan, karena memang dengan cara seperti ini maka bisa menyebar ke seluruh kampus di tanah air. Dengan kontes ini dapat mengembangkan kreatifitas anak bangsa, sehingga dapat bersaing di tingkat dunia. Pemenang pada kontes tersebut akan diadu ditingkat dunia,” jelas Didin.
Selain itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan KMHE 2018 ini merupakan inovasi-inovasi mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia. Seluruh perguruan tinggi dan masyarakat bersama-sama mencari energi alternatif yang ramah lingkungan.
“Mudahan dengan kontes ini kita akan dapat terbaik bisa dikembangkan betul-betul menjadi satu energi yang dibutuhkan masyarakat indonesia yang bisa dipasarkan sebagai pengganti energi yang saat ini sudah ada. Kita sangat mendukung adanya kontes ini dan mengapresiasi UNP yang telah dipilih menjadi tuan rumah,” pungkas Nasrul Abit. (rgr)





