METRO BISNIS

Pemerintah Pastikan Tak Pilih Kasih dalam Berikan Bansos

0
×

Pemerintah Pastikan Tak Pilih Kasih dalam Berikan Bansos

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

JAKARTA, METRO–Kondisi masyarakat sa­at ini begitu terpukul de­ngan naiknya sejumlah harga komoditas. Mulai dari minyak goreng hingga bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini pun segera direspons pemerintah dengan memberikan sejumlah ban­tuan sosial (bansos). Salah satunya adalah de­ngan skema bantuan langsung tunai minyak goreng (BLT migor). Sekretaris Kementerian Koordinator (Ke­menko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menilai bahwa bantuan ini bukan berarti pemerintah hanya memperhatikan kelompok mene­ngah bawah.

“Pemerintah di dalam membantu masyarakat sudah menyiapkan banyak sekali skema program bantuan dan memang masing-masing tingkat masyarakat sudah ada alokasi bantuan masing-masing,” terang dia dalam media briefing secara daring, Jumat (8/4).

Dia mengatakan, untuk desil 1 sampai 4 yang me­rupakan kelompok dengan kondisi sangat miskin dan rentan miskin diberikan sejumlah program bantuan. Diantarnya, BPNT, Kartu Sembako, PKH non BP­NT, hingga BLT Desa.

“Banyak sekali program yang termasuk, salah satunya yang BLT minyak goreng. Ini karena sasarannya adalah untuk me­ringankan beban dan menjaga daya beli masyarakat di segmen itu,” tuturnya.

Sementara untuk desil 5 dan 6 yang masuk dalam kelompok menengah, pemerintah memiliki program bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 1 juta untuk 8,8 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta. Jadi, kata Susiwijono, tidak ada masyarakat yang dianaktirikan.

 “Tidak hanya ada di level 1 sampai 4 saja atau di masyarakat yang di le­vel bawah saja, tapi pemerintah juga memikirkan justru kadang yang di level menengah ini kita juga harus perkuat daya beli­nya karena juga jumlahnya sangat banyak sekali,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah saat ini juga sedang mempersiapkan beberapa bantuan yang lain, terutama untuk masyarakat di ting­kat menengah. Salah satunya kemungkinan adalah BPUM (bantuan produktif usaha mikro). “Di level menengah ini yang juga rentan terhadap berbagai dinamika global dan kenaikan harga tadi. INi sedang kita siapkan juga skema bantuan yang lain,” pungkas Susiwijono.(jpc)