PADANG, METRO–Nanda Telambanua mantan juara dunia angkat berat asal ranah Minang mengharapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat dipimpin sosok yang benar-benar fokus dan berpengalaman dalam mengurus olahraga.
“Sudahlah, KONI Sumbar kedepan mesti dipimpin oleh sosok yang mumpuni dan kembalikan induk organisasi olahraga ini menjadi organisasi yang otonom dan mandiri, jangan lagi urusan induk organisasi olahraga (KONI-red) Sumbar ini diintervensi dengan kepentingan politik, sehingga ketika dipimpin oleh mereka yang mau mengurus tetapi tidak bisa mengurus olahraga prestasi Sumbar secara baik dan benar,” jelas Nanda kepada media ini, Rabu (6/4).
Selain itu, Pelatih PON Sumbar di cabang angkat berat ini mengatakan bahwa olahraga Sumbar sudah pernah berjalan dengan baik dan benar, bahkan sudah pernah merancang mau menjadi tuan rumah PON 2024, tetapi karena intervensi politik rencana tuan rumah PON 2024 sirna begitu saja.
“Saya hampir saja berniat menjual tempat latihan angkat berat saya di kawasan Limau Manis Kota Padang, saya sudah hampir jenuh melihat dunia olahraga Sumbar dijadikan ajang politik,” ujar Nanda Telambanua.
Di sisi lain menyoal persiapan Sumbar menghadapi multiiven nasional seperti ajang PON dimasa mendatang, pihaknya mendesak stakeholder olahraga Sumbar, agar mempersiapkan diri sejak dini untuk melahirkan bibit generasi muda olahraga untuk mendulang medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Pihaknya mengkhawatirkan dunia olahraga tidak menjadi perhatian serius dari kepengurusan olahraga, karena sudah hampir dijadikan bagi kekuasaan politik.
“Saya sebenarnya sudah mulai malas melihat fakta saat ini, semua dibawa keranah politik, kalau dapat pemimpin KONI Sumbar kedepan, sosok yang paham dan mengerti dengan olahraga prestasi, baik tingkat yunior maupun senior,” ujarnya.
Nanda Telambanua menuturkan, pihaknya melihat kenyataan saat ini, tidak ada persiapan terukur dan sistematis dalam meraih hasil optimal prestasi dunia olahraga Sumbar di kancah PON tahun 2024.
“Saya melihat tidak ada perhatian serius kepada atlet yang dipersiapkan untuk berlaga. Salah satunya persiapan gizi, vitamin dan suplemen kepada atlet untuk jangka panjang. Bagaimana mungkin diharapkan hasil terbaik, jika tak disiapkan jauh- jauh hari,” ujar Nanda Telambanua yang pernah mencatat sejarah 10 rekor juara dunia dan membanggakan ranah Minang ini.
Nanda yang pernah tujuh kali juara dunia ini menambahkan KONI Sumbar periode mendatang mesti mendorong para atlet untuk bergiat mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) secara terukur dari sekarang. Sekali tiga bulan dilakukan evaluasi dari prestasi atlet disiapkan, kalau tidak optimal dapat dilakukan evaluasi menyeluruh dan menerapkan program degradasi dan promosi.
“Kalau ada evaluasi dari atlet disiapkan, maka didapatkan hasil jelas dan terukur. Saya ketika aktif jadi atlet, sekali tiga bulan dilakukan evalusi dari pihak Pelatda KONI. Saya mendapatkan hasil optimal dan angkatan saya selalu bertambah dengan hasil baik,” ujar Nanda Telambanua sembari menambahkan monitoring dari KONI Sumbar juga harus melakukan kontrol serius dilapangan jangan hanya diatas kertas saja.
Dijelaskannya, sebelum atlet mengikuti kejuaran tingkat Nasional baik itu Kejurnas, Pra- PON, Kejurwil dan sebagainya, maka atlet harus dipersiapkan secara matang, Disini pentingnya sosok Ketua dan jajaran pengurus KONI Sumbar yang memahami pembinaan olahraga dan bisa bekerjasama dengan Pengprov Cabang Olahraga guna memotivasi para atlet.
“Jangan kalau udah mau dekat- dekat kejuaran semua pada sibuk serta tanpa persiapan optimal, maka mustahil meraih medali sebanyaknya di kejuaran PON, karena setahun saya Provinsi Sumatera Barat sangat disegani daerah lain, karena prestasi olahraga dapat mengangkat marwah dan harga diri Provinsi Sumatera Barat di tingkat Nasional dan Internasional, “ ujar Nanda Telambanua mengakhiri. (boy)






