LIPUTAN KHUSUS

Kota Ramah Disabilitas, Pemko Padangpanjang Rancang Program Konkret Bersama PPDI

0
×

Kota Ramah Disabilitas, Pemko Padangpanjang Rancang Program Konkret Bersama PPDI

Sebarkan artikel ini
BAHAS DISABILITAS— Pertemuan Walikota Padangpanjang bersama Pengurus PPDI Padangpanjang dan Dinas Sosial membahas program pengembangan potensi penyandang disabilitas di Padangpanjang.

Mewujudkan kota ramah disabilitas Pemko Padangpanjang melalui Dinas Sosial merancang program konkret dan tepat sasaran terhadap ka­um disabilitas. Hal itu diungkapkan Walikota Pa­dang­panjang Fadly Amran, dalam mengembangkan keterampilan dan potensi melalui pelatihan pelatihan.

Perihal tersebut dapat direalisasikan pemko me­lalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA) bersama Persatuan Penyandang Di­sabilitas Indonesia (PPDI).  “Selain rancangan program, pelatihan kita juga akan upayakan kantor sekretariat PPDI,” je­las Fadly.

Di samping itu, Fadly akan mengupayakan ada­nya kantor sekretariat PPDI sesuai permintaan pengurus PPDI saat pertemuan tersebut. “Kita I­ngin ada kerja sama yang konkret. Seperti pelatihan bidang ketenagakerjaan. Bersama PPDI kita tidak hanya seremonial saja,” ujar Fadly.

Ketua DPC PPDI, Ramadhan menyampaikan, terima kasih atas upaya yang dilakukan Pemko. “Tujuan kita ingin menjadikan Padang Panjang sebagai kota ramah disabilitas. Harapannya, bersama wali kota hal ini bisa terwujud,” tutur Rama­dhan.

Sementara Kadis So­sial, Osman Bin Nur me­nyampaikan, bakal me­ngupayakan pelatihan bagi penyandang disabilitas, kemudian bantuan biaya hidup bagi yang cacat permanen.

“Kita punya di Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Kita melakukan a­sesmen kebutuhannya apa, bisanya berusaha apa. Itu akan kita sampaikan proposalnya kepada Kemensos,” sebut Ramadhan.

Proposal itu, sebut Osman, biasanya akan direspon. Beberapa di an­taranya sudah disiapkan untuk dikirim ke Kemensos. “Mudah-mudahan terealisasi,” kata Rama­dhan.

DSPPKBPPPA juga me­nanggapi PPDI yang ba­kal menyelenggarakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Desember mendatang.  “Kita memang su­dah menganggarkan sedikit. Namun permintaan yang lumayan besar, kita upayakan. Mu­dah-mudahan bisa terwujud. Di 2023 kita bakal all out. Kita bakal bikin program lewat hasil diskusi dengan PPDI. Me­reka bekerja, kita akan fasilitasi. Kita memberi keleluasaan dan pember­­da­ya­an,” ujar Ramadhan. (rmd)