AGAM/BUKITTINGGI

Kunjungi Masjid Raya Maninjau, TSR Pemprov Salurkan Bantuan Rp50 Juta

0
×

Kunjungi Masjid Raya Maninjau, TSR Pemprov Salurkan Bantuan Rp50 Juta

Sebarkan artikel ini
SAFARI RAMADHAN— Tim XII Safari Ramadan (TSR) 1443 H Provinsi Sumbar mengunjungi Masjid Raya Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Agam, Minggu (3/4).

AGAM, METRO–Tim XII Safari Rama­dan (TSR) 1443 H, Pemprov Sumbar mengunjungi Mas­jid Raya Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Minggu (3/4). TSR yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Pro­vinsi Sumbar, Devi Kurnia disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Edi Busti didampingi Camat Tanjung Raya Handria As­mi beberapa kepala OPD yang tergabung dalam anggota TSR Kabupaten Agam.

Pada kesempatan itu TSR provinsi menyerahkan, bantuan sebesar Rp50 juta secara simbolis kepada pengurus masjid.

Ketua TSR Provinsi Su­matera Barat Devi Kurnia mengatakan, safari ini untuk meningkatkan silaturahmi antara Pemerintah  Provinsi Sumatera Barat dengan masyarakat Kabupaten Agam. Selain itu, juga sebagai langkah untuk membangun Ukhuwah Islamiyah di bulan Ramadan.

Sementara pengurus Masjid Raya Maninjau, M Syukur mengucapkan terimakasih atas kunjungan TSR Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Ka­bupaten Agam. Ia menyebutkan bantuan yang akan diterima akan digunakan untuk merenovasi masjid.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Agam Edi Busti, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan TSR tersebut. “Selain tradisi yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu, juga merupakan ajang silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Edi Busti.

Sekab. Agam itu menyampaikan beberapa informasi tentang Kabupaten Agam kepada rombongan pemprov, salah satunya, masalah ekosistem Da­nau Maninjau.

Saat ini, kondisi air Danau Maninjau sangat meng­khawatirkan bahkan nyaris menuju danau mati akibat over kapasitas jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) di danau.

Data sementara saat ini, jumlah KJA di salingka danau sekitar 24 ribu petak KJA. Sementara, berdasarkan riset pemerintah pusat jumlahnya hanya bisa sebanyak 6.000 petak.

“Untuk itu, mari kita kurangi secara perlahan jumlah KJA di danau. Kita tidak melarang masya­rakat untuk menghidupkan ekonominya di danau, tapi tolong jaga ekosistem perairan sehingga lingkungannya tetap bersih,” ujar Edi Busti. (pry)