BERITA UTAMA

Manfaatkan Waktu Sempurna dalam Ramadhan

0
×

Manfaatkan Waktu Sempurna dalam Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Buya Masoed Abidin.

Waktu ibarat pe­dang yang tajam, yang akanmeretas irang yang tidak menggu­nakannya. Kalau di masa lalu, kita belajar waktu adalah uang, maka mulai saat ini mari kita belajar bah­wa waktu adalah na­fas, yang setelah ter­lewat tidak akan bisa kembali lagi.

Waktu adalah iba­dah. karena setiap de­tik harus bernilai iba­dah. Apapun aktivitas­nya, manusia sesung­guhnya hanya pengendara di atas punggung usianya. Di­gulung hari demi hari, bulan dan tahun, tanpa terasa.

Nafas kita terus berja­lan seiring jalannya waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian. (Se­sung­guhnya, dunia yang harus makin kita jauhi. Dan liang kubur yang semakin kita dekati. Karena satu hari berlalu, berarti satu hari pula usia kita berkurang.

Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tidak ternilai harganya. Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita. Untuk itu, jangan biarkan hari ini berlalu tanpa kebaikan yang bisa kita lakukan.

Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua. Jangan terperdaya dengan badan sehat, ka­rena syarat mati tidak pula harus sakit.  Teruslah ber­fikir baik, berkata baik, berbuat baik, walau tidak banyak orang yang me­ngenal kebaikan kita. Biar­lah Allah, Tuhan yang ma­ha mengetahui yang akan menilainya.

Kebaikan yang kita la­ku­kan, adalah kebaha­gia­an, di mana perbuatan baik kita akan terus dikenang oleh mere­ka yang kelak akan kita tinggalkan. Ja­dilah seperti akar yang tidak tampak, tapi tetap menguatkan tegaknya po­kok kehidupan.

Jadilah seperti jantung yang tidak tampak, tapi terus berdenyut setiap saat tanpa henti, hingga membuat kita terus hidup sampai batas waktunya untuk berhenti atas izin Allah yang maha rahim.

Mari jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari. Jangan lupa untuk bahagia dan mem­bahagia kan dan saling mengasihi sesama. Karena itu yang dikehendaki oleh Allah dalam kehidupan ini, supaya damai sejahtera, suka cita, dan bahagia sentosa senantiasa me­nyertai kita.

Mari kita saling me­ngingatkan dan tidak tera­sa kita akan memasuki bu­lan Suci Ramadhan. Maka dengan ini saya pribadi dan keluarga mohon keikhla­san maaf kepada semua, bila ada salah kata dan perbuatan baik sengaja maupun tidak sengaja, berharap semoga kita se­mua selalu sehat, usia yang bermanfaat, berkah dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Amalan Sebelum Ma­suk Bulan Ramadhan

Tidak terasa sisa meng­hitung hari memasuki bu­lan yang penuh keberka­han, itulah “Bulan Suci Ramadhan”. Mari terus melatih diri untuk mem­perbanyak amal ibadah, shalat berjamaah, dzikir, puasa, shalat sunnah, ama­lam sunnah dan amalan ibadah lainnya.

Mari perbaiki Silatur­rahim ke sesama, saling me­maafkan, saling mem­bantu, saling menginga­t­kan. Kita tingkatkan level Ibadah kita ke level yang lebih tinggi lagi. Kita per­banyak amal ibadah kita, dengan sebanyak- banyak­nya.  Tanamkan dalam diri kita, bahwa Ramadhan kali ini, lebih baik dari Ra­ma­dhan sebelumnya.

Berikut adalah amalan sebelum masuk bulan Ra­madhan di antaranya, per­siapkan ilmu tentang puasa dan amalan di dalamnya. Bertaubat karena terang­katnya dosa, makin memu­dahkan kita dalan beramal.

Bayar segera qadha puasa sebelum masuk Ra­madhan. Biasakan memu­lai membaca Alquran un­tuk persiapan agar terbia­sa di bulan Ramadhan. Persiapkan rezeki untuk sedekah. Luruskan niat karena Allah. Terkahir, berdoa kepada Allah agar dimudah kan dalam bera­mal di bulan Ramadhan.

Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:”Wahai orang² yang beriman! Di­wa­jibkan atas kamu berpu­asa sebagaimana telah diwajibkan atas orang se­belum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Ba­qa­rah 2: Ayat 183).( Ž

“Yaa Allah panjangkan dan berkahi umur kami, berilah kami kesehatan agar kami bisa selalu menjalani Ibadah kepada-Mu Yaa Rabbana. Aamiin Ya rabbal alamin”. (*)