METRO PADANG

Anggota Dewan Bahas LKPj Wako di Bukittinggi

0
×

Anggota Dewan Bahas LKPj Wako di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Arnedi Yarmen, Wakil Ketua DPRD Kota Padang.

SAWAHAN, METRO–Baru saja pulang dari Pulau Jawa dan daerah lainnya, pekan lalu, kini di awal Ramadhan, anggota DPRD kembali berangkat ke Kota Bukittinggi. Kebe­rangkatan anggota dewan ke kota Jam Gadang itu dilakukan mulai Senin (4/4).

“Perjalanan dinas ke Bukittinggi tersebut dalam rangka pembahasan LKPj Wako Padang Tahun Ang­garan 2021 dengan Or­ganisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang di Rocky Hotel,” ujar Wakil Ketua DPRD Padang, Ar­nedi Yarmen, Minggu (3/4).

Ia menyampaikan, ke­giatan akan berlangsung selama 4 hari ke depan dan dibahasnya di luar Kota Padang supaya lebih fokus, alot serta kehadiran wakil rakyat bisa lengkap.

Baca Juga  Diluncurkan di Masjid Darul Falah, Komplek Cimpago Permai, ATM Beras YBM BRILiaN Bantu Warga Kurang Mampu

“Jika dibahas di Pa­dang, tentu wakil rakyat dan OPD telat datang seba­gian karena aktivitas lain. Apalagi sekarang bulan suci Ramadhan,” ucap poli­tisi PKS ini.

Ia mengatakan, agen­da ini sudah sesuai jadwal Ba­dan Musyawarah (Ba­mus) DPRD kota Padang dan per­jalanan didampingi be­be­rapa Sekretariat de­wan.

Terpisah, Pengamat Po­li­tik Unand Padang, As­ri­naldi menilai tidak semes­ti­nya pembahasan LKPJ digelar di luar kota. Sebab, itu tidak terlalu urgent.

“Bagusnya di Padang.  Sebab, itu tak terlalu pen­ting dan efeknya bagi war­ga kota tidak ada. Di sisi lain, anggaran bisa hemat. Apalagi APBD masih digu­nakan untuk pemulihan kesehatan dan ekonmi di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda ne­geri,” ucapnya.

Baca Juga  Mid Semester SMP Digelar 21 September

Menurutnya, diberi ca­ta­tan pun kepala daerah oleh legislatif saat seka­rang tidak menjadi beban oleh Wako.

Ia menyampaikan, di­na­mika ini tidak masalah besar sebetulnya se­pan­jang dananya tersedia. Na­mun tidak seluruh agenda digodok di luar Kota Pa­dang serta harus dipilah. “Saya fikir itu biasa saja. Namun urgensi ke luar daerah tidak signifikan pengaruhnya,” pungkas Asrinaldi. (ade)