METRO BISNIS

Hippindo Pastikan Stok Minyak Goreng Aman Hingga Lebaran

0
×

Hippindo Pastikan Stok Minyak Goreng Aman Hingga Lebaran

Sebarkan artikel ini
MINYAK GORENG--Stok minyak goreng melimpah dengan harga mahal di salah satu supermarket di Surabaya, Jawa Timur.

JAKARTA, METRO–Pada Bulan Ramadan, biasanya permintaan bahan pokok meningkat, termasuk minyak goreng. Se­belumnya komoditas ini juga sempat langka di pasaran, momentum ini pun dikhawatirkan membuat kelangkaan terjadi yang diiringi lonjakan harga ekstrim.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduans­jah pun menyampaikan bahwa stok di ritel masih tersedia. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir.

“Saat ini aman, jadi di ritel itu sebenernya jangan panic buying. Jadi beli satu aja. Yang terjadi kan itu beli 10, jadi kita belum sempet pesen lagi, udah habis di rak, akhirnya orang liat rak kosong (langka),” kata Budiharjo ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (3/4).

Baca Juga  Kembangkan Mobilitas Pelayanan Modern dan Efisien, PLN Gandeng GoTo dalam Penyediaan Kendaraan Kedinasan

 “Artinya ketika di rak kosong, itu bukan berarti barang kosong, dari supplier kan perlu kirim ke gudang, lalu dari gudang baru ke toko kami, jadi perlu ngisi (stok) itu minimal 3-4 hari,” ucapnya.

Pembelian yang berlebihan tersebut pun memicu kelangkaan. Menurutnya, banyak ma­syarakat juga yang membeli minyak goreng untuk dijual kembali.

“Padahal di kami ini untuk mengalami ibu-ibu yang goreng, tapi akhirnya ibu-ibu itu belinya banyak dijualin ke tetangga, akhirnya abis,” tuturnya.(jpc)

Baca Juga  Dukung Event G20, PLN Bantu Laptop, Peralatan Sekolah dan Renovasi Dermaga di Pulau Messah

Ia juga memastikan, stok bahan pokok lainnya akan tetap tersedia selama Ramadan ini. Sebab, pihaknya juga telah melakukan stok barang hingga bulan depan.

“Stok kami cukup banyak ya, karena menjelang lebarang ini kami melakukan stok, jadi stoknya saya rasa cukup, kalau habis itu tidak sih, karena rata-rata menyiapkannya sampai nanti Mei, kami biasa melakukan penyetokan untuk menghadapi pe­ningkatan pembelian,” pungkas Budi. (jpc)