PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wandrizal Jaga Kesehatan Keluarga dengan BPJS Kesehatan

0
×

Wandrizal Jaga Kesehatan Keluarga dengan BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
BPJS
Wandrizal.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Wandrizal (48), warga Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Pro­vinsi Sumatera Barat, me­ngakui menjadikan BPJS Ke­sehatan sebagai salah satu solusi untuk melindungi keluarganya saat sakit. Karena biaya berobat kefasilitas kesehatan mahal. Dengan BPJS Kesehatan, semuanya gra­tis.

 Disamapaikan Wanrizal, Dua dari Empat orang anak­nya, Citra (12), Nurkisti Mulukna (10), Melza (7), Siti Latifa (3,5), lahir dengan proses operasi di RS Annisa Payakumbuh. Dan Seorang anak­nya Siti Latifa, pernah me­ngalami demam dan kejang, sehingga harus dirawat inap di RSUD Adnan WD Payakumbuh. Setelah mendapatkan perawatan beberapa lama, dan diperbolehkan pulang, namun harus memakan obat secara rutin untuk berapa lama.

Tokoh muda masyarakat Nagari Ampalu ini bersyukur bisa menjadi bagian dari program BPJS Kesehatan. Bila tidak ada kartu JKN-KIS, ma­ka dirinya akan mengeluarkan biaya untuk melahirkan Dua orang anaknya secara operasi dengan nilai mencapai belasan juta rupiah. Belum lagi biaya saat menjalani rawat inap di RSUD Adnan WD Payakumbuh, karena mengalami demam tinggi. Dan minum obat rutin beberapa lama, tentu biaya yang harus dikeluarkan cukup pantastik.

Baca Juga  Payakumbuh Gelar Festival Cover Lagu, Erwin Yunaz: Sudah 10 Tahun Festival ini Vakum

Bersyukur dirinya, istri­nya Mutia Sastra (36), dan ke-Empat anaknya sudah memiliki kartu JKN-KIS. Sehingga, seluruh biaya untuk berobat sudah dibayarkan BPJS Kesehatan, dan tidak sepersenpun uang untuk biaya berobat itu keluar dari kantongnya. “Untung saya punya kartu JKN-KIS, sehingga untuk seluruh biaya berobat sampai melahirkan dengan proses operasi, semuanya memakai BPJS Kesehatan,” ucap Wanrizal, saat berbincang-bincang de­ngan wartawan.

Dia juga merasakan, pe­layanan dari fasilitas kesehatan cukup baik dan ramah. Tidak ada perbedaan pela­yanan antara pasien umum dan orang yang berobat de­ngan menggunakan kartu JKN-KIS. Dengan pelayanan yang baik, dirinya merasa nyaman dan tenang saat berada difasilitas kesehatan.

Baca Juga  DPRD Bakal Tindaklanjuti Jawaban Wako Payakumbuh

Dia merasakan, sejak a­da­nya program BPJS Kesehatan, rasa khawatir dan cemas memikirkan biaya untuk be­robat saat terjadi sakit, sudah tidak ada lagi. Bahkan, sebelum memiliki BPJS Kesehatan, saat sakit hanya mengandalkan obat kampung atau pil yang dibeli di warung-wa­rung. Dan kebanyakan, ma­syarakat lebih memilih untuk menahan rasa sakit dari pa­da berobat mendatangi fasilitas kesehatan, karena biaya berobat mahal.

 Bahkan, disebutkan Wanrizal, yang bekerja di Pemerintahan ini bila harus dibawa ke-Rumah Sakit, tidak jarang masyarakat harus menjual atau menggadai sawah dan ladang untuk biaya berobat. Alhamdulillah, sekarang ma­syarakat terutama yang miskin dan kurang mampu sudah dijamin kesehatannya oleh Pemerintah dengan program BPJS Kesehatan. Saat sakit, masyarakat tidak perlu  berpikir lama lagi untuk bisa datang kefasilitas kesehatan, cukup bawa selembar katu sudah bisa mendapatan pe­layanan difasilitas kesehatan, karena semuanya gratis. (uus)