PDG.PARIAMAN, METRO–Meski telah berberapa kali terjadi musibah kecelakaan hingga meninggal dunia di Jalan Rimbo Sianik antara Kenagarian Paritmalintang dengan Kenagarian Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, namun para anak anak muda di lokasi tersebut tidak jeranya melaksanakan aksi balapan liar.
Mereka yang melakukan balapan liar tersebut hampir setiap malam minggu. Akibatnya, masyarakat yang melewati jalan tersebut sekitar pukul 23.00 sampai 02.00 WIB menjadi resah, karena ulah para anak muda yang melaksanakan aksinya itu.
Padahal di lokasi tersebut telah berberapa kali terjadi musibah kecelakaan sesama mereka, karena anak muda yang melakukan balapan liar meninggal dunia. Sebab, mereka berkasi sesama mereka terjadi musibah kecelakaan.”Kemanakan saya pernah tewas di lokasi tersebut sekitar satu tahun yang lalu,” kata Ajo Pulih salah seorang warga setempat.
Jalan keluar lanjutnya, masyarakat antara dua Nagari Paritmalintang dengan Pakandangan bersatu untuk membasmi para anak muda yang melaksanakan aksi balapan liar tersebut. Masyarakat tersebut dikomandoi masing masing Walinagarinya untuk membasmi aksi balapan liar.
“Kalau tidak demikian otomatis aksi aksi balapan liar yan dilakukan para anak muda yang tidak jelas dari mana asalnya itu akan tetap selalu ada. Kita berharap sebagai masyarakat agar ada tindak lanjuti dari pihak terkait dari aksi aksi yang telah meresahakan itui,” tambah mak Etek juga warga setempat.
Terpisah, Sekretaris Pol PP Padangpariaman Marsidi saat dihubungi mengaku telah berulang kali melakukan razia ke lokasi. “Bahkan kita tetap melakukan razia, dengan mobil partoli Pol PP setiap malam Minggu untuk antisipasi aksi balapan liar itu,” tambahnya.
Sementara Walinagari Paritmalintang Kecamatan Enam Lingkung, Padangpariaman Sudirman menyatakan kesiapannya untuk melakukan koordinasi basmi balapan liar di Rimbo Sianik. “Kita langsung koordinasi dengan Walinagari Pakandangan,” tandasnya. (efa)






